ACEH UTARA – Mengantisipasi potensi banjir akibat peningkatan debit air, personel Polsek Langkahan, Polres Aceh Utara, melakukan pemantauan kondisi Sungai Jambo Aye di kawasan Langkahan, Kamis (17/9/2026).
Monitoring dilakukan Bhabinkamtibmas Polsek Langkahan, Aipda Kiki Saputra dan Brigadir Teguh Ardi Satria, sekitar pukul 16.30 WIB. Petugas memantau langsung kondisi debit air sungai yang melintasi wilayah Langkahan hingga mengarah ke kawasan Tanah Jambo Aye dan Aceh Timur.
Dari hasil pemantauan, kondisi debit air sungai masih dalam batas aman. Penjaga pintu air, Hermadi, menyebut ketinggian air saat mengalami kenaikan mencapai sekitar 220 sentimeter, namun belum mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar wilayah tersebut.
“Debit air masih dalam batas aman. Saat naik, ketinggiannya sekitar 220 sentimeter dan belum mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Hermadi.
Sementara itu, jalur irigasi yang digunakan untuk mengairi persawahan masyarakat telah dilakukan penutupan. Hingga pemantauan dilakukan, debit air di kawasan permukiman warga juga belum menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan.
Meski kondisi masih aman, personel Polsek Langkahan mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama jika curah hujan meningkat dan berpotensi menyebabkan debit air naik secara signifikan.
Kapolsek Langkahan, Ipda Irvan, mengatakan monitoring tersebut merupakan langkah preventif untuk mendeteksi sejak dini kemungkinan terjadinya banjir.
“Monitoring ini merupakan bagian dari langkah preventif Polsek Langkahan dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam, sekaligus sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman,” kata Irvan.
Selain memantau debit air, personel juga berkoordinasi dengan masyarakat sekitar untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai kondisi lingkungan. Warga turut diberikan edukasi agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, khususnya banjir.
Irvan menegaskan, pemantauan wilayah akan terus dilakukan secara berkala, terutama pada kawasan yang memiliki potensi terdampak banjir.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tetapi waspada. Apabila terjadi peningkatan debit air yang berpotensi membahayakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” ujarnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat respons apabila terjadi perubahan kondisi sungai sekaligus meminimalkan risiko terhadap masyarakat di wilayah Langkahan dan sekitarnya.[]
