KOTA JANTHO – Pemerintah Aceh memberikan cenderamata kepada ahli waris Panglima T Nyak Makam sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan perjuangan tokoh yang dikenal sebagai salah satu panglima perang Aceh dalam menghadapi penjajahan Belanda.
Cenderamata tersebut diserahkan Wakil Bupati Aceh Besar Drs. Syukri kepada ahli waris Panglima T Nyak Makam di ruang kerja Wakil Bupati Aceh Besar, Rabu (16/9/2026).
Penyerahan tersebut turut disaksikan Asisten I Sekdakab Aceh Besar Farhan, AP., dan Kabag Kesra dan Keistimewaan Aceh Setdakab Aceh Besar Zaini, S.H., M.H.
Drs. Syukri mengatakan, pemberian cenderamata tersebut merupakan bentuk penghargaan pemerintah terhadap jasa dan pengabdian para pendahulu bangsa yang telah berkontribusi dalam perjuangan mempertahankan daerah dan bangsa.
Menurutnya, perjuangan para perintis kemerdekaan dan pahlawan merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah yang harus terus dikenang serta diteladani oleh generasi penerus.
“Kita harus selalu mengenang dan meneladani para perintis kemerdekaan dan pahlawan yang telah berjasa,” ujar Syukri.
Sementara itu, ahli waris Panglima T Nyak Makam, Teuku Bustami, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Aceh atas pemberian cenderamata tersebut.
“Kami mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas pemberian cenderamata ini,” kata Teuku Bustami yang hadir bersama istri dan anaknya.
Perjuangan Panglima T Nyak Makam
Panglima T Nyak Makam dikenal dalam sejarah perjuangan Aceh sebagai tokoh yang memimpin perlawanan terhadap Belanda. Ia disebut memiliki peran dalam perjuangan di wilayah Aceh bagian timur dan Sumatera Timur.
Namanya juga tercatat dalam sejumlah sumber sejarah terkait perlawanan rakyat Aceh terhadap kolonialisme Belanda. Sosoknya dikenang karena kepemimpinan dan strategi perjuangan yang dijalankannya dalam menghadapi pasukan kolonial.
Penghormatan terhadap Panglima T Nyak Makam juga terus dilakukan di Aceh Besar. Pemerintah Kabupaten Aceh Besar sebelumnya telah mengupayakan pengusulan dirinya sebagai Pahlawan Nasional.
Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah menggelar Seminar Usulan Pahlawan Nasional Panglima T Nyak Makam sebagai bagian dari upaya menggali dan memperkuat kajian sejarah mengenai kiprahnya.
Pemkab Aceh Besar berharap perjuangan dan jasa Panglima T Nyak Makam dapat terus dikenalkan kepada generasi muda. Upaya pengusulan sebagai Pahlawan Nasional juga diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar untuk memberikan penghargaan atas jasa perjuangannya sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Penyerahan cenderamata tersebut menjadi salah satu bentuk penghormatan pemerintah terhadap keluarga dan ahli waris tokoh sejarah yang telah memberikan kontribusi dalam perjalanan perjuangan Aceh.[]
