BANDA ACEH – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh resmi menutup program Language Training for Academic Purpose Test (LTAPT) Tahun 2026 di Banda Aceh, Rabu (7/10/2026).
Program yang berlangsung selama tiga bulan, sejak 6 Juli hingga 7 Oktober 2026, diikuti 50 peserta terpilih.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Aceh meningkatkan kemampuan bahasa dan kesiapan akademik generasi muda daerah untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi serta mengikuti program beasiswa bertaraf internasional.
Kepala BPSDM Aceh, Marthunis, ST., D.E.A., mengatakan LTAPT tidak sekadar menjadi program pembelajaran bahasa, tetapi merupakan bentuk investasi pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Aceh.
“LTAPT adalah investasi Pemerintah Aceh terhadap manusia Aceh untuk membuka akses ilmu pengetahuan, membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas, dan memperkuat jejaring internasional. Bahasa adalah jembatan untuk menyeberangi batas wilayah dan menembus batas pengetahuan,” ujar Marthunis.
Menurutnya, penguasaan bahasa asing yang diberikan melalui LTAPT diarahkan agar peserta mampu berkomunikasi, berkolaborasi dan meningkatkan profesionalisme akademik.
Pembekalan tersebut juga diharapkan menjadi modal bagi peserta dalam menghadapi seleksi beasiswa dan perguruan tinggi bereputasi di tingkat internasional.
50 Peserta Selesaikan Pelatihan
BPSDM Aceh menyebutkan sebanyak 50 peserta menyelesaikan seluruh rangkaian program LTAPT 2026.
Selama pelatihan, peserta mengikuti kurikulum yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan akademik dan persiapan menghadapi ujian bahasa maupun seleksi pendidikan internasional.
Program tersebut melibatkan narasumber, praktisi dan instruktur yang berpengalaman dalam bidang persiapan ujian akademik internasional.
Marthunis menegaskan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari pelaksanaan kegiatan, nilai yang diperoleh peserta maupun sertifikat yang diberikan. Menurutnya, indikator utama keberhasilan adalah kemampuan alumni memanfaatkan kompetensi yang diperoleh untuk meraih peluang pendidikan dan memberikan dampak bagi masyarakat.
Salah satu capaian peserta bahkan telah terlihat sebelum program resmi ditutup. Muhammad Alka, S.Psi., peserta LTAPT Angkatan I Tahun 2026, dinyatakan lulus Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)-LPDP, yang dikelola Kementerian Agama RI bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan.
Capaian tersebut dinilai menjadi bukti awal bahwa program LTAPT dapat membantu peserta menghadapi proses seleksi beasiswa bergengsi.
Berikut rekapitulasi data kepesertaan dan pelaksanaan Program LTAPT Tahun 2026:

Perkuat Kolaborasi
Pelaksanaan LTAPT 2026 juga didukung sejumlah mitra strategis, di antaranya Pusat Bahasa Universitas Syiah Kuala (USK), Language Development Center (LDC) UIN, BKPBM serta Ikatan Alumni Mata Garuda.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem pendukung bagi peserta, mulai dari peningkatan kemampuan bahasa dan akademik hingga pendampingan dalam menghadapi proses seleksi beasiswa.
Marthunis juga menyampaikan arah transformasi BPSDM Aceh menuju konsep Corporate University. Dengan konsep tersebut, BPSDM tidak hanya berperan sebagai penyelenggara pelatihan, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran, inovasi dan kolaborasi dalam melahirkan sumber daya manusia unggul Aceh.
“Jangan ukur keberhasilan LTAPT hanya dari berapa lama saudara mengikuti pelatihan, berapa nilai yang saudara peroleh, atau sertifikat yang saudara terima hari ini. Ukurlah keberhasilan itu dari seberapa besar keberanian saudara untuk melangkah setelah kegiatan ini berakhir,” katanya.
Ia menegaskan, penutupan program bukanlah akhir perjalanan peserta, melainkan awal untuk mengembangkan kompetensi dan memberikan kontribusi yang lebih luas.
“Sesungguhnya, hari ini bukan garis akhir. Hari ini adalah garis start untuk perjalanan yang lebih jauh. Keberhasilan terbesar BPSDM adalah ketika alumni dari setiap program mampu membawa perubahan,” ujar Marthunis.
Ia juga berpesan kepada para alumni agar terus memelihara cita-cita, disertai ikhtiar, disiplin dan doa, serta menjaga nama baik Aceh di mana pun berada.
Kegiatan kemudian ditutup secara resmi oleh Kepala BPSDM Aceh. Penutupan LTAPT 2026 menandai berakhirnya masa pelatihan sekaligus dimulainya langkah baru bagi para alumni untuk mengembangkan kompetensi, meraih peluang pendidikan lebih tinggi dan menjadi agen perubahan bagi Aceh.[]
