Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 12/Sakti, Kodim 0102/Pidie Dampingi Petani Mentimun Periksa Pertumbuhan Tanaman di Desa Pante Krung

Editor: Syarkawi author photo

 


Pidie – Dalam rangka mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan kepedulian terhadap sektor pertanian di wilayah binaan, Babinsa Koramil 12/Sakti, Kodim 0102/Pidie, Sertu Arif Ariyanto melaksanakan pendampingan kepada petani mentimun dengan melakukan pengecekan pertumbuhan tanaman, khususnya pada bagian batang dan daun, di lahan pertanian milik warga Desa Pante Krung, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Minggu (11/10/2026).

Kegiatan pendampingan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI melalui aparat kewilayahan dalam mendukung aktivitas pertanian masyarakat. 

Melalui keterlibatan secara langsung di lapangan, Babinsa berupaya mendorong para petani agar senantiasa memperhatikan kondisi tanaman secara berkala sehingga pertumbuhan mentimun dapat terpantau dengan baik dan potensi gangguan yang dapat memengaruhi hasil panen bisa diketahui lebih dini.

Dalam kegiatan tersebut, Sertu Arif Ariyanto bersama petani melakukan pemeriksaan terhadap kondisi fisik tanaman mentimun, mulai dari pertumbuhan batang, kondisi daun, hingga kemungkinan adanya serangan hama yang dapat menghambat perkembangan tanaman. 

Pemeriksaan ini penting dilakukan sebagai bagian dari upaya pemeliharaan tanaman agar tetap tumbuh sehat serta mampu menghasilkan buah dengan kualitas yang baik.

Pengecekan kondisi batang dan daun menjadi salah satu langkah penting dalam proses budidaya mentimun. 

Batang yang tumbuh dengan baik berperan dalam menopang perkembangan tanaman, sedangkan daun memiliki fungsi penting dalam proses fotosintesis yang mendukung pertumbuhan dan pembentukan buah.

Oleh karena itu, kondisi kedua bagian tanaman tersebut perlu diperhatikan secara rutin untuk mengetahui apakah tanaman berkembang secara normal atau menunjukkan gejala gangguan.

Selain memeriksa pertumbuhan tanaman, kegiatan tersebut juga difokuskan pada pengamatan terhadap kemungkinan serangan hama, terutama ulat yang dapat merusak bagian daun maupun batang muda. 

Serangan hama yang tidak terpantau sejak awal berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman, mengurangi luas permukaan daun yang sehat, bahkan menyebabkan tanaman mengalami kerusakan apabila tidak ditangani dengan tepat.

Melalui pengecekan secara langsung, petani diharapkan semakin memahami pentingnya melakukan pengamatan rutin terhadap kondisi tanaman di lahan pertanian. 

Apabila ditemukan gejala serangan hama atau penyakit, langkah penanganan dapat segera dipertimbangkan sesuai dengan jenis gangguan yang muncul dan kondisi tanaman di lapangan.

Sertu Arif Ariyanto juga turut mendorong petani agar senantiasa memperhatikan kebersihan lahan, menjaga kondisi tanaman, serta melakukan pemeliharaan secara teratur. 

Langkah-langkah tersebut merupakan bagian penting dalam mendukung keberhasilan budidaya mentimun, mengingat kondisi lingkungan dan serangan organisme pengganggu tanaman dapat memengaruhi pertumbuhan serta produktivitas hasil pertanian.

Pendampingan ini sekaligus menjadi sarana komunikasi sosial antara Babinsa dan masyarakat, khususnya para petani yang menjadi bagian penting dalam mendukung ketersediaan pangan di wilayah. 

Melalui komunikasi dan interaksi secara langsung, Babinsa dapat mengetahui berbagai kegiatan pertanian yang dilakukan warga serta memahami kendala yang mungkin dihadapi dalam proses budidaya tanaman.

Sektor pertanian memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat, baik sebagai sumber penghasilan keluarga maupun sebagai penopang ketersediaan bahan pangan. 

Oleh sebab itu, perhatian terhadap pertumbuhan tanaman, pemeliharaan lahan, serta pencegahan serangan hama menjadi bagian penting dalam upaya menjaga produktivitas pertanian.

Tanaman mentimun merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan pangan. 

Agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, petani perlu memperhatikan berbagai aspek budidaya, seperti ketersediaan air, kondisi tanah, kecukupan unsur hara, pengendalian gulma, serta pemantauan terhadap hama dan penyakit tanaman. 

Pemeliharaan yang dilakukan secara teratur dapat membantu petani mengenali permasalahan sejak dini dan menentukan langkah penanganan yang sesuai.

Kehadiran Babinsa di tengah kegiatan pertanian masyarakat merupakan bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan ketahanan pangan melalui pendekatan kewilayahan. 

Pendampingan yang dilakukan tidak hanya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat dan kepedulian terhadap kegiatan pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian warga.

Melalui kegiatan tersebut, Sertu Arif Ariyanto turut mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa keberhasilan pertanian membutuhkan ketekunan, ketelitian, dan pemeliharaan yang berkesinambungan. 

Pengamatan terhadap kondisi tanaman secara berkala merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat membantu petani menjaga kesehatan tanaman serta mengurangi risiko kerugian akibat gangguan hama dan penyakit.

Kegiatan pendampingan ini juga mencerminkan komitmen Koramil 12/Sakti, Kodim 0102/Pidie, dalam mendukung masyarakat melalui kegiatan pembinaan teritorial yang menyentuh langsung kebutuhan warga. 

Dengan menjalin kedekatan bersama petani, diharapkan hubungan komunikasi dan kerja sama dapat terus ditingkatkan sehingga berbagai kegiatan produktif masyarakat memperoleh dukungan yang positif.

Melalui pendampingan pengecekan pertumbuhan tanaman mentimun di Desa Pante Krung, diharapkan para petani semakin termotivasi untuk melakukan pemeliharaan tanaman secara rutin, meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan hama, serta menerapkan langkah budidaya yang sesuai dengan kondisi lahan. 

Dengan demikian, pertumbuhan tanaman dapat terjaga dan peluang memperoleh hasil panen yang optimal dapat meningkat.

Koramil 12/Sakti melalui Babinsa di wilayah binaan akan terus berupaya mempererat hubungan dengan masyarakat serta mendukung kegiatan positif yang berkaitan dengan kesejahteraan warga. 

Sinergi antara TNI dan petani diharapkan mampu memperkuat semangat kerja, meningkatkan kepedulian terhadap sektor pertanian, dan berkontribusi terhadap upaya mewujudkan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Pidie.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini