HUT ke-81 TNI Digelar Sederhana di Aceh, 293 Jembatan Telah Dibangun Pascabencana

Editor: Syarkawi author photo

 


BANDA ACEH – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Aceh digelar secara sederhana di Lapangan Blang Padang, Kota Banda Aceh, Senin (5/10/2026).

Upacara tanpa defile pasukan, demonstrasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), maupun atraksi personel tersebut tetap berlangsung khidmat. Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) Iskandar Muda, Brigjen TNI Dwi Sasongko, bertindak sebagai inspektur upacara.

Kesederhanaan peringatan HUT TNI tahun ini berkaitan dengan masih banyaknya prajurit yang dikerahkan untuk membantu penanganan dan pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Aceh.

“Sebagian besar prajurit kita masih bertugas dalam penanganan bencana,” kata Dwi kepada wartawan seusai upacara.

Ia mengatakan personel dari jajaran Kodam Iskandar Muda, TNI Angkatan Laut (TNI AL), dan TNI Angkatan Udara (TNI AU) masih terlibat dalam berbagai pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Kegiatan tersebut antara lain pembangunan jembatan, perbaikan sekolah, normalisasi lahan persawahan, penyediaan air bersih, pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), hingga perbaikan infrastruktur jalan.

Menurut Dwi, Satgas Jembatan TNI telah membangun 293 jembatan yang terdiri atas jembatan Bailey, jembatan perintis, dan jembatan beton. TNI juga masih membantu pembangunan kembali sekolah yang mengalami kerusakan berat hingga rusak total akibat bencana.

Normalisasi lahan persawahan terdampak bencana juga terus dilakukan di sejumlah daerah, termasuk Aceh Tamiang, Pidie, dan Aceh Utara.

Dalam kesempatan tersebut, Dwi menyampaikan TNI juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi selama Oktober hingga Desember 2026.

Kesiapsiagaan dilakukan melalui penguatan mitigasi serta penyiapan personel dan peralatan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya bencana. TNI juga berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam mengantisipasi potensi ancaman bencana di Aceh.

Dwi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi serta arahan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Semua itu perlu kolaborasi. Dengan kemampuan kita, baik personel maupun alutsista, tentunya sangat mendukung upaya penanganan bencana,” ujarnya.

Pada upacara tersebut, Staf Ahli Bupati Aceh Besar Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Keuangan, Ir Makmun MT, hadir mewakili Bupati Aceh Besar.

Makmun menyampaikan apresiasi atas pengabdian TNI, termasuk keterlibatan prajurit dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana di berbagai wilayah Aceh.

“Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mengapresiasi pengabdian TNI yang senantiasa hadir untuk masyarakat. Sinergi antara TNI dan pemerintah daerah sangat penting dalam mendukung pembangunan serta membantu masyarakat demi kemakmuran rakyat,” ujar Makmun.

Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah dan TNI perlu terus diperkuat, terutama dalam mendukung pembangunan, menjaga stabilitas keamanan, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap kerja sama dengan TNI dan seluruh unsur terkait terus terjalin dalam mendukung pembangunan daerah, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini