MotoGP Mandalika 2026, Polda NTB Siagakan Ribuan Personel di 205 Titik Pengamanan

Editor: Syarkawi author photo

 


MATARAM – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) mulai menggeser ribuan personel gabungan ke sejumlah titik pengamanan untuk mengawal pelaksanaan MotoGP Mandalika Grand Prix 2026.

Kesiapan pengamanan ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Operasi Mandalika Rinjani 2026 yang digelar di Lapangan Eks Bandara Selaparang, Kota Mataram, Senin (5/10/2026).

Apel dipimpin langsung Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., S.I.K. Usai apel, Kalingga mengatakan seluruh personel mulai menempati pos pengamanan sesuai rencana operasi yang telah disiapkan.

"Hari ini seluruh anggota sudah mulai bertugas dan masuk ke pos pengamanan (Pospam) masing-masing sesuai dengan rencana pelaksanaan Operasi Mandalika Rinjani 2026," ujar Kalingga.

Pengamanan MotoGP Mandalika 2026 melibatkan kekuatan gabungan Polri, TNI, dan instansi terkait. Dari Polda NTB dan jajaran, sebanyak 2.450 personel disiapkan, ditambah 178 personel BKO Mabes Polri.

Sementara dari unsur TNI, kekuatan yang dilibatkan terdiri atas sekitar 21 personel TNI AD, 15 personel TNI AL, 10 personel TNI AU, serta 10 personel Polisi Militer. Seluruh personel akan ditempatkan sesuai kebutuhan dan karakteristik pengamanan di lapangan.

Secara keseluruhan, pengamanan tersebar di 205 titik, termasuk 42 pos pengamanan dan 114 titik layanan shuttle bus. Kepolisian juga telah menyiapkan skenario serta rencana kontingensi berdasarkan SOP dan eskalasi untuk menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan, mulai dari unjuk rasa, bencana alam hingga ancaman teror.

Dengan jumlah penonton yang diperkirakan mencapai sekitar 145.000 orang, pengamanan akses masuk kawasan MotoGP menjadi salah satu perhatian utama. Polda NTB akan memperketat pemeriksaan guna memastikan setiap penonton yang masuk memiliki akses yang sah.

"Pemeriksaan tiket akan diperketat melalui verifikasi QR code, barcode, identitas, wristband, dan stiker. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan atau memperjualbelikan tiket palsu, karena kami akan menindak tegas segala bentuk tindak kejahatan tiket palsu," tegas Kalingga.

Menjelang puncak gelaran MotoGP pada akhir pekan, personel juga telah menjalankan berbagai langkah antisipasi. Fungsi intelijen melakukan deteksi dini dan penggalangan masyarakat, sementara upaya preemtif dan preventif dilakukan melalui patroli dialogis.

Polda NTB juga menyiapkan pos pelayanan kesehatan gabungan untuk mendukung kebutuhan personel maupun masyarakat selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.

Menurut Kalingga, MotoGP Mandalika tidak hanya menjadi agenda olahraga internasional, tetapi juga memiliki dampak terhadap perekonomian daerah. Perputaran ekonomi yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp3 triliun hingga Rp5 triliun menjadi salah satu alasan pentingnya memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar.

"Kita berharap dan memohon doa agar pelaksanaan MotoGP Mandalika 2026 ini berjalan dengan aman, lancar, ramah, dan bermanfaat bagi masyarakat NTB. Event internasional ini disaksikan jutaan pasang mata di seluruh dunia, sehingga keberhasilannya akan memberi dampak positif bagi iklim investasi di Nusa Tenggara Barat, khususnya kawasan Mandalika," pungkasnya.

Kapolda NTB juga mengingatkan seluruh personel yang terlibat agar menjaga kesehatan dan keselamatan selama menjalankan tugas. Pelayanan kepada masyarakat, menurutnya, harus tetap menjadi perhatian utama sepanjang pelaksanaan Operasi Mandalika Rinjani 2026.

Dengan kesiapan personel, pos pengamanan, skenario kontingensi, serta dukungan lintas instansi, Polda NTB memastikan pengamanan MotoGP Mandalika 2026 dilakukan secara terpadu untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini