Pidie – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana alam serta menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat di wilayah binaan, anggota Koramil 23/Batee, Kodim 0102/Pidie, yang dipimpin oleh Serka Marhalim, melaksanakan kegiatan patroli pemantauan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, serta tanah longsor di wilayah Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan patroli tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan teritorial sekaligus bentuk kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap kondisi lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Melalui patroli secara langsung di wilayah tanggung jawabnya, personel Koramil 23/Batee berupaya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta menimbulkan kerugian bagi lingkungan dan permukiman warga.
Pelaksanaan patroli ini menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan bencana sejak dini. Dengan melakukan pemantauan wilayah secara berkala, aparat kewilayahan diharapkan dapat mengetahui perkembangan kondisi lingkungan serta mengidentifikasi potensi kerawanan yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut.
Dalam kegiatan tersebut, Serka Marhalim bersama anggota Koramil 23/Batee melaksanakan patroli dengan memantau kondisi wilayah Kecamatan Batee, khususnya lingkungan yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan, genangan air, banjir, maupun tanah longsor.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana akibat perubahan kondisi cuaca maupun faktor lingkungan lainnya.
Kebakaran hutan dan lahan merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang perlu diantisipasi karena dapat menimbulkan kerusakan ekosistem, mengganggu kesehatan masyarakat akibat asap, serta berdampak terhadap aktivitas sosial dan perekonomian warga.
Oleh karena itu, upaya pencegahan melalui pemantauan wilayah dan peningkatan kesadaran masyarakat menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko terjadinya kebakaran.
Melalui kegiatan patroli karhutla, personel Koramil 23/Batee turut mendukung upaya menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama ketika kondisi lingkungan kering dan berpotensi memicu penyebaran api. Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, warga diimbau segera melaporkannya kepada aparat setempat agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur.
Selain mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan, patroli juga difokuskan pada pemantauan potensi banjir di wilayah Kecamatan Batee. Banjir dapat terjadi akibat curah hujan yang tinggi, meluapnya aliran sungai, maupun berkurangnya daya tampung saluran air.
Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat mengganggu aktivitas masyarakat, merusak fasilitas umum, serta mengancam keselamatan warga yang tinggal di kawasan rawan genangan.
Pemantauan terhadap kondisi lingkungan dan saluran air menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi banjir. Masyarakat juga diharapkan berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah ke saluran air, serta memperhatikan perkembangan kondisi cuaca di sekitarnya.
Di samping itu, potensi tanah longsor turut menjadi perhatian dalam kegiatan patroli tersebut. Tanah longsor dapat terjadi ketika kondisi tanah menjadi tidak stabil, terutama pada kawasan dengan kemiringan tertentu setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
Oleh sebab itu, kewaspadaan perlu ditingkatkan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sekitar lereng, tebing, dan kawasan yang memiliki tingkat kerawanan pergerakan tanah.
Melalui patroli pemantauan ini, personel Koramil 23/Batee berupaya mendukung kesiapsiagaan wilayah serta mendorong masyarakat agar lebih tanggap terhadap tanda-tanda awal terjadinya bencana.
Apabila ditemukan retakan tanah, pergerakan tanah, peningkatan debit air secara tidak wajar, atau kondisi lain yang berpotensi membahayakan, masyarakat diharapkan segera menjauh dari lokasi berisiko dan melaporkan kondisi tersebut kepada aparat desa maupun petugas terkait.
Kegiatan patroli karhutla, banjir, dan tanah longsor juga memiliki peran penting dalam memperkuat koordinasi antara aparat kewilayahan dan masyarakat.
Komunikasi yang baik memungkinkan informasi mengenai kondisi lingkungan dan potensi ancaman dapat disampaikan secara cepat sehingga langkah antisipasi dapat dipertimbangkan sesuai dengan tingkat risiko dan situasi di lapangan.
Sebagai aparat teritorial, anggota Koramil memiliki peran dalam membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesiapsiagaan bencana.
Kehadiran personel TNI di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan, mengenali potensi ancaman, serta membangun kebiasaan tanggap terhadap situasi yang dapat membahayakan keselamatan warga.
Upaya pencegahan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari aparat kewilayahan, pemerintah daerah, pemerintah desa, petugas penanggulangan bencana, hingga masyarakat.
Kerja sama tersebut sangat diperlukan agar langkah pencegahan, pemantauan, penyampaian informasi, dan penanganan awal dapat dilaksanakan secara terkoordinasi sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing.
Koramil 23/Batee, Kodim 0102/Pidie, melalui kegiatan patroli wilayah terus mendukung upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap berbagai potensi bencana.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan tugas kewilayahan yang tidak hanya berorientasi pada pemantauan keamanan, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap keselamatan masyarakat dan kondisi lingkungan.
Melalui patroli yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Batee, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan kebakaran hutan dan lahan, kewaspadaan terhadap banjir, serta antisipasi tanah longsor semakin meningkat.
Partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan melaporkan potensi bahaya menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana.
Koramil 23/Batee juga mengimbau masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, menghindari tindakan yang dapat memicu kebakaran, serta meningkatkan kewaspadaan ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Warga yang berada di kawasan rawan bencana diharapkan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan mengikuti arahan aparat maupun petugas berwenang apabila situasi menunjukkan adanya potensi bahaya.
Dengan adanya kegiatan patroli ini, diharapkan sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga keselamatan lingkungan semakin kuat.
Kesiapsiagaan yang dibangun melalui pemantauan wilayah, kepedulian terhadap lingkungan, dan komunikasi yang baik diharapkan mampu mendukung terciptanya situasi yang aman serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie.
Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Koramil 23/Batee, Kodim 0102/Pidie, untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui langkah-langkah preventif, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, serta mendukung terciptanya lingkungan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.[]
