Tolak tambang di gayo sudah ada beberapa tahun belakangan ini.

Editor: Serikat Aceh. author photo
Tolak tambang di gayo sudah ada beberapa tahun belakangan ini.

Takengon-meuligoeaceh.com Gayo dalam penjajahan dunia industri pertambangan dimana peran eksekutif dan legeslatif.
 penolakan tambang di bumi gayo sudah ada beberapa tahun kebelakngan ini sejak munculnya ijin ekplorasi pt. Linge Mineral Riseources tepatnya di abong lumut kecamatan linge kabupaten aceh tengah,

 dimana dalam ijin itu yang dikeluarkan menteri Energi Sumber Daya Mineral No SK. 21/1/IUP/PMA/2017, dengan luas pemetaan wilayah, 36.420,00,  Komiditas Emas DMP Lokasi Tambang Kecamatan Linge dan Bintang.

Tentu dalam ijin tersebut rakyat gayo yang sangat peduli dengan kelestarian alam maka itupula penolakan atas kehadiran prusahaan tambang itu yang 80% milik asing nah ini artinya indonesia hanya menyerahkan hasil alamnya ke orang luar dengan cuma-cuma tanpa memikirkan dampak yang di timbulkannya demikian paparan dari putra Gayo Badri asal kecamatan linge yg sangat peduli tentang alam Linge yg tercinta ini. Tamabahnya nanti kita rakyat gayo ia tentu kita bisa lihat dari frepot.

Yang terdekat rakyat gayo bisa berpikir lagi secara jernih dan matang dan jangan mudah terbuai dengan bayangan tipuan setan atas apa yang akan dihasilkan nantinya, PT. Jaya Media Internusa hanya bagian kecil prusahaan asing berada di linge isak yang bergelut di bidang pengolahan getah pinus setengah jadi, nah itu saja pemerintah daerah, legeslatif, eksekutif, dan yudikatif pun tidak mampu mengatasi kecurangan dan dan dampak lingkungan yang mereka berikan pada aliran sungan jambo aye yang dampaknya sampai tiga kabupaten kota Aceh Tengah, Bener Meriah dan Aceh Timur akibat limbah yang di keluarkan oleh prusahaan tersebut.

Maka dari pengalaman tersebut kita khususnya masyarakat gayo harus benar-benar bersatu menolak kehadiran tamabang ini yang merupakan pengerukan bumi gayo pasti berdampak pada kehidupan anak cucu kita nantinya tutupnya.(Toni)
Share:
Komentar

Berita Terkini