Pidie – Dalam upaya mendukung kelancaran sistem irigasi persawahan dan menjaga produktivitas pertanian masyarakat, telah dilaksanakan diskusi bersama antara aparat kewilayahan, petugas penyuluh pertanian, dan para Keujreun (pengatur irigasi Gampong) dari Kemukiman Murong Cot, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sakti, pada Selasa (22/7/2025).
Diskusi ini dipimpin langsung oleh Danramil 12/Sakti Kapten Inf Yunus Emha, S.Pd., S.H., serta dihadiri oleh Babinsa Koramil 12/Sakti Kodim 0102/Pidie Serka T. Efendi, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Sakti Sdr. Sofyan, dan sejumlah perwakilan Keujreun dari Gampong-gampong di wilayah Kemukiman Murong Cot. Tercatat sekitar 10 orang mengikuti kegiatan ini dengan antusias.
Diskusi berlangsung dengan hangat dan terbuka, membahas berbagai permasalahan teknis terkait saluran irigasi yang saat ini belum berfungsi secara maksimal.
Salah satu isu utama yang mencuat adalah kondisi mulut bendungan di Gampong Blang Kumot Teunong yang sudah mengalami pendangkalan cukup parah.
Hal ini menyebabkan debit air yang mengalir ke areal persawahan menjadi tidak optimal, sehingga berpengaruh terhadap produktivitas lahan pertanian warga.
Sebagai tindak lanjut, disepakati bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan normalisasi saluran irigasi sepanjang kurang lebih 50 meter dari titik mulut bendungan tersebut.
Langkah ini diambil untuk mengembalikan fungsi saluran dan memastikan air dapat mengaliri sawah-sawah warga secara merata.
Masyarakat yang diwakili oleh para Keujreun menyatakan komitmennya untuk turut serta secara aktif dalam proses normalisasi tersebut. Mereka juga menyampaikan dukungan penuh terhadap program pemerintah dalam bidang ketahanan pangan, khususnya di wilayah Kecamatan Sakti.
Sebagai langkah berkelanjutan, para Keujreun juga sepakat untuk melakukan monitoring dan pengawasan secara berkala terhadap distribusi air pasca-normalisasi. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi ketimpangan aliran dan seluruh petani di wilayah tersebut dapat menikmati akses irigasi secara adil dan merata.
Melalui kegiatan diskusi ini, diharapkan terjalin sinergi antara aparat kewilayahan, penyuluh pertanian, dan masyarakat dalam menciptakan sistem irigasi yang berfungsi optimal demi mendukung pertanian yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kecamatan Sakti.[]
