Kodam Iskandar Muda Bangun Jembatan Penghubung di Aceh Singkil, Dukung Perekonomian Desa Terisolir

Editor: Syarkawi author photo

 


Aceh Singkil – Senin (4/8/2025) Komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan kembali diwujudkan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 yang dilaksanakan oleh Kodim 0109/Aceh Singkil. 

Salah satu sasaran fisik utama dalam program ini adalah pembangunan jembatan penghubung antara Desa Siompin dan Desa Sirimomungkur, Kecamatan Suro Makmur.

Pekerjaan yang kini telah memasuki tahap pengecoran pondasi tersebut dilaksanakan oleh Satgas TMMD bersama masyarakat setempat. 

Kehadiran jembatan ini nantinya diharapkan menjadi akses vital yang mampu menunjang mobilitas dan menggerakkan roda perekonomian desa-desa yang selama ini masih terisolasi.

Danramil 0109-08/Suro Makmur, Letda Inf Ustaria, selaku Koordinator Lapangan TMMD ke-125, menyampaikan bahwa seluruh tahapan pembangunan jembatan berjalan sesuai prosedur. 

“Kami optimistis jembatan ini akan sangat membantu masyarakat, terutama dalam mempercepat distribusi hasil pertanian, menunjang aktivitas ekonomi, dan mendukung mobilitas harian warga,” jelasnya.

Pembangunan jembatan ini disambut antusias oleh masyarakat. Warga tampak bahu membahu membantu proses pembangunan. 

Salah satu tokoh masyarakat, Muklis, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian Kodam Iskandar Muda.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada TNI, khususnya Kodam Iskandar Muda. Pembangunan ini sangat kami nantikan karena selama ini akses antar desa cukup sulit. Semoga jembatan ini segera selesai dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga,” ujarnya.

Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Niko Fahrizal, M.Tr. (Han), mengapresiasi dedikasi para prajurit dan peran aktif masyarakat dalam mendukung program TMMD. 

Ia menegaskan bahwa kehadiran TNI tidak hanya saat perang, tetapi juga di tengah rakyat untuk membantu mengatasi kesulitan dalam masa damai.

“TMMD adalah bukti nyata bahwa TNI hadir untuk rakyat. Program ini mengimplementasikan nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan pengabdian tanpa pamrih,” kata Pangdam.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan jembatan bukan hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga sebagai upaya membuka keterisolasian wilayah, agar masyarakat pedesaan bisa menikmati kemajuan pembangunan nasional secara lebih merata.

“Prajurit Kodam IM harus menjadi pelopor dalam mengatasi kesulitan rakyat, sesuai dengan implementasi Delapan Wajib TNI. Di masa damai, TNI harus hadir dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Mayjen Niko Fahrizal berharap pembangunan jembatan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Ia juga mengajak semua pihak untuk menjaga semangat kebersamaan dan partisipasi dalam mendukung pembangunan.

“Kodam Iskandar Muda akan terus hadir untuk membantu mengatasi setiap persoalan masyarakat. Sesuai dengan motto kami: Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” pungkasnya.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini