Pasokan BBM Berangsur Normal, Antrean di SPBU Banda Aceh Mulai Menurun

Editor: Syarkawi author photo

 


Banda Aceh — Penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah hukum Polresta Banda Aceh mulai berangsur normal. 

Kondisi ini terlihat dari sejumlah SPBU yang dijaga personel kepolisian, di mana antrean masyarakat mulai menurun dan tidak lagi memadati area pengisian.

Hal tersebut disampaikan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono, melalui Kasi Humas Iptu Erfan Gustiar, Jumat (5/12/2025) sore.

Menurutnya, kelancaran distribusi dari Depot Pertamina Krueng Raya, Aceh Besar, menjadi faktor utama berkurangnya antrean panjang beberapa hari terakhir.

"Antrean masyarakat di beberapa SPBU sudah mulai menurun karena pasokan BBM dari Depot Pertamina telah lancar," ujar Erfan.

Ia menjelaskan, personel yang sebelumnya ditugaskan sejak subuh hingga dini hari untuk mengatur arus kendaraan di SPBU kini mulai ditarik ke markas, karena situasi sudah kembali kondusif. Selanjutnya, pengawasan dilakukan oleh personel Polsek jajaran melalui monitoring rutin.

Erfan menegaskan bahwa tidak ditemukan adanya praktik penimbunan BBM oleh masyarakat. “Apabila ditemukan, tentu akan dilakukan penindakan sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” tegasnya.

Sebelumnya, dampak panic buying yang terjadi di Banda Aceh dan Aceh Besar menyebabkan antrean panjang di berbagai SPBU, bahkan hingga meluber ke badan jalan. Kondisi tersebut menimbulkan kemacetan beberapa kilometer dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Untuk mengatasi situasi itu, Polresta Banda Aceh menurunkan ratusan personel di seluruh SPBU dan pertashop dalam wilayah hukumnya. Penugasan dilakukan dengan sistem shift, mulai dari subuh hingga SPBU ditutup, untuk memastikan penguraian kemacetan berjalan efektif.

Saat ditanya mengenai penarikan penuh personel, Erfan menjelaskan bahwa kebijakan tersebut dilakukan apabila penyaluran BBM benar-benar stabil di seluruh SPBU.

"Penarikan personel akan dilakukan ketika kondisi pasokan BBM sudah kembali normal dan tidak ada lagi penumpukan kendaraan di badan jalan," pungkasnya.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini