BANDA ACEH – Pemerintah Aceh menegaskan kabar mengenai temuan mayat hingga satu truk di Aceh Tamiang belum terverifikasi dan meminta masyarakat serta media untuk tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya.
Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, menekankan pentingnya merujuk pada data resmi agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah penanganan bencana.
“Itu berita yang belum teridentifikasi. Kita harus menenangkan masyarakat,” ujar Nasir.
Nasir menjelaskan, laporan yang diterima pemerintah menunjukkan situasi di Aceh Tamiang relatif terkendali. Proses evakuasi korban di beberapa titik masih berlangsung, dan data terus diperbarui.
“Memang ada beberapa temuan mayat yang sudah dievakuasi, namun jumlah pastinya belum bisa disampaikan. Data resmi menunjukkan 305 korban meninggal di seluruh Aceh,” tambahnya.
Terkait logistik, Nasir menyebut bantuan dari Kementerian Sosial telah masuk melalui jalur darat dari Sumatera Utara, sehingga kondisi pasokan kebutuhan dasar kini relatif aman.
Pemerintah Aceh juga menyiapkan tambahan pasokan melalui kapal dari Aceh Utara untuk memperkuat distribusi.
“Beberapa wilayah lain seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan beberapa kecamatan di Aceh Utara masih membutuhkan dukungan tambahan. Distribusi logistik terus dipastikan merata melalui koordinasi dengan posko kabupaten/kota,” ujar Nasir.
Data Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh per 3 Desember 2025 pukul 19.37 WIB mencatat 305 orang meninggal, 191 hilang, 1.435 luka ringan, dan 403 luka berat.
Bencana ini berdampak pada 18 kabupaten/kota, 229 kecamatan, dan 3.310 gampong, dengan total 1,6 juta jiwa terdampak. Sebanyak 688.775 jiwa masih mengungsi di 898 titik.
Kerusakan fasilitas publik juga meluas, termasuk 138 kantor, 51 tempat ibadah, 201 sekolah, empat pesantren, 204 fasilitas kesehatan, serta 302 jalan dan 152 jembatan.
Kerugian harta benda mencakup 78.076 rumah rusak, 182 ternak hilang, serta 55.404 hektare sawah dan 12.700 hektare kebun terdampak.[]
