Pemprov Aceh Minta Semua Bantuan Bencana Dilaporkan Terpusat untuk Hindari Penumpukan

Editor: Syarkawi author photo

 


BANDA ACEH – Pemerintah Aceh meminta seluruh bantuan untuk korban banjir dan longsor dilaporkan secara terpusat ke Posko Tanggap Darurat di Kantor Gubernur Aceh. 

Langkah ini dilakukan untuk mencegah penumpukan bantuan di satu titik dan memastikan distribusi tepat sasaran.

Juru Bicara Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, menjelaskan, pelaporan bantuan tidak dimaksudkan untuk menambah birokrasi, tetapi agar posko dapat mengarahkan bantuan ke lokasi yang paling membutuhkan.

“Cukup dilaporkan jenis bantuan dan jika ada tenaga medis atau relawan. Nanti posko akan memberi saran sasarannya ke mana,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).

Relawan yang ingin turun ke wilayah terdampak juga diminta melapor ke Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di lantai 3 Kantor Gubernur Aceh.

Forum ini memegang data daerah yang sudah menerima bantuan maupun yang masih kekurangan, sehingga penyaluran bantuan seperti makanan, obat-obatan, pakaian, dan kebutuhan lainnya bisa tepat sasaran.

Murthalamuddin menambahkan, distribusi bantuan hingga saat ini masih terkendala akses darat yang putus di banyak wilayah akibat jalan rusak, jembatan tergerus, dan longsor. 

Beberapa ruas jalan tertimbun lumpur setinggi lebih dari satu meter, yang membuat kendaraan mudah terjeblos. Akibatnya, bantuan terkadang harus diantarkan dengan rantai manusia, dan relawan terpaksa berjalan kaki untuk mencapai desa-desa yang masih terisolasi.

Kendala komunikasi juga menjadi tantangan. Meski Kementerian Komunikasi dan Digital menargetkan pemulihan jaringan hingga 70 persen pekan ini, Murthalamuddin menyebut pemulihan tetap bergantung pada suplai listrik. 

“Starlink dan sejumlah BTS terendam banjir atau membutuhkan BBM dan genset untuk berfungsi. Inilah yang memperlambat pemulihan komunikasi,” jelasnya.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini