![]() |
| PLN selesaikan tujuh Proyek Strategis Nasional (PSN) di Aceh dan Sumut Tahun 2022. Foto: ACEH INFO |
BANDA ACEH — PT PLN (Persero) telah menyelesaikan pembangunan empat tower Emergency Restoration System (ERS) di Pantai Baru, Bireuen, sebagai langkah percepatan pemulihan sistem kelistrikan pascabencana di Aceh.
PLN menargetkan aliran listrik dari Arun ke Banda Aceh dapat dicoba pada Minggu, 7 Desember 2025, setelah proses penarikan dan pengikatan konduktor dirampungkan.
“Alhamdulillah hari ini empat tower ERS sudah berdiri. Kami juga mulai mengikat dan menarik konduktor. Estimasi besok selesai, dan mohon doanya hari Minggu nanti dapat dilakukan energize,” kata General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra, dalam konferensi pers di Media Center Posko Tanggap Darurat, Jumat (5/12).
Eddi berharap suplai dari Arun dapat segera mengaliri Banda Aceh yang hingga kini belum sepenuhnya pulih.
“Mudah-mudahan pasokan dari Arun ini dapat masuk ke Banda Aceh sehingga wilayah yang masih padam bisa segera normal,” ujarnya.
Ia menegaskan seluruh perbaikan tiang dan aset jaringan di Banda Aceh telah tuntas 100 persen. Namun normalisasi penuh masih menunggu suplai dari Arun.
“Begitu aliran dari Arun masuk, insyaallah Banda Aceh, Sigli, Bireuen, hingga Tapaktuan bisa kembali normal,” katanya.
Perkembangan pemulihan juga tampak di Aceh Tamiang. Kawasan yang sebelumnya terisolir itu telah kembali dialiri listrik pada Jumat malam setelah satu penyulang berhasil dinyalakan dengan dukungan BNPB, TNI-Polri, dan forkopimda.
Dengan penyalaan tersebut, Tamiang Sports Center yang menjadi posko pengungsian utama kembali mendapat suplai listrik, disusul sebagian wilayah Kuala Simpang.
PLN juga memasang sejumlah genset darurat, termasuk untuk RSUD Aceh Tamiang dan instalasi PDAM berkapasitas 33 ribu watt guna memastikan kebutuhan air bersih di posko pengungsian terpenuhi.
Untuk mempercepat pemulihan, sebanyak 1.347 personel dalam 118 tim dikerahkan dari berbagai wilayah.
Fokus utama berada di Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara, yang terdampak kerusakan berat dengan 2.147 batang tiang dan 100 gardu tumbang.
Perbaikan jaringan di Subulussalam juga telah diselesaikan dengan pemulihan 13 titik gangguan. Sementara wilayah paling terdampak berada di UP3 Langsa dan UP3 Lhokseumawe, masing-masing mencatat 91 titik kerusakan.
“Kami mengerahkan seluruh tim, all out, untuk mempercepat perbaikan jaringan, baik tiang maupun gardu,” ujar Eddi.
Kendati demikian, akses menjadi tantangan terbesar. Sejumlah wilayah masih sulit dijangkau, seperti Pulau Tiga di Aceh Tamiang dan Peunaron di Aceh Timur. Kondisi serupa juga terjadi pada akses ke Aceh Tengah yang masih terputus total.
Untuk mendukung layanan darurat di Aceh Tengah, PLN mengirimkan sepuluh genset portable berkapasitas 7 ribu watt dengan dukungan BNPB. Genset tersebut telah diterbangkan untuk menerangi posko-posko pengungsi.
Di wilayah itu, PLN masih memiliki PLTD Ayangan yang mampu memasok hingga 800 ribu watt sehingga RSUD Aceh Tengah tetap dapat beroperasi.
PLN juga berencana mengirimkan satu unit genset berkapasitas 250 ribu watt pada Sabtu esok untuk memenuhi kebutuhan RSUD Bener Meriah.
Sementara itu, layanan kelistrikan di RSUD Langsa telah kembali normal, dan PLN menargetkan penyalaan satu penyulang tambahan di Aceh Tamiang pada malam ini untuk mengaliri listrik hingga kawasan Kedai Besi.[]
