Diskop UKM Aceh Matangkan Pengisian JITUPASNA dan R3P Pascabencana

Editor: Syarkawi author photo

 


Banda Aceh — Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Diskop UKM) Aceh terus mematangkan langkah strategis dalam mendukung penanganan pascabencana melalui penguatan data dan perencanaan yang terintegrasi. 

Upaya tersebut diwujudkan melalui rapat tindak lanjut hasil Pra Desk bersama P2K terkait pengisian Tabel JITUPASNA dan penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).

Rapat berlangsung di Ruang Rapat Kepala Dinas Diskop UKM Aceh, Banda Aceh, Selasa (13/1/2026), dan dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Zulkifli, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pejabat struktural serta tim teknis terkait. 

Turut hadir Tim R3P yang memberikan pendampingan teknis dalam pengisian dan penyelarasan data JITUPASNA sebagai dasar perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi sektor koperasi dan UMKM.

Dalam arahannya, Zulkifli menekankan pentingnya ketelitian, keseragaman, dan validitas data dalam proses pengisian JITUPASNA (Kajian Kebutuhan Pascabencana). 

Menurutnya, data yang akurat dan terverifikasi menjadi kunci agar program pemulihan ekonomi pascabencana, khususnya bagi pelaku koperasi dan UMKM, dapat berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Pengisian JITUPASNA dan R3P tidak hanya bersifat administratif, tetapi merupakan fondasi utama dalam penyusunan kebijakan dan intervensi pemerintah ke depan. Karena itu, setiap data harus disusun secara cermat, realistis, dan sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujar Zulkifli.

Rapat berlangsung dinamis dengan pembahasan mendalam terkait mekanisme pengumpulan data, sinkronisasi antarbidang, serta penyelarasan kebutuhan pemulihan koperasi dan UMKM yang terdampak bencana. 

Tim R3P juga memberikan penjelasan teknis mengenai format pengisian tabel, indikator penilaian kerusakan dan kerugian, serta tahapan penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi.

Para peserta rapat turut menyampaikan berbagai masukan dan kendala yang dihadapi di lapangan, mulai dari proses validasi data pelaku usaha terdampak hingga kebutuhan dukungan program pemulihan ekonomi. 

Diskusi tersebut diharapkan mampu menghasilkan rumusan yang komprehensif dan aplikatif untuk diterapkan pada tahapan selanjutnya.

Melalui rapat tindak lanjut ini, Diskop UKM Aceh menegaskan komitmennya untuk mendukung pemulihan sektor koperasi dan UMKM secara terencana, terukur, dan berbasis data. 

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Aceh dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana serta memperkuat ketahanan usaha kecil dan menengah di daerah. (**)

Share:
Komentar

Berita Terkini