Banda Aceh — Pemerintah Aceh melalui Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh tetap menunjukkan komitmen dalam meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) meski daerah ini masih berada dalam status tanggap darurat bencana hidrometeorologi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026.
Peringatan Bulan K3 Nasional yang berlangsung setiap tahun pada 12 Januari hingga 12 Februari 2026 mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.” Tema ini dinilai relevan dengan kondisi ketenagakerjaan saat ini, terutama dalam menghadapi risiko kerja di tengah situasi bencana serta upaya pemulihan ekonomi.
Kepala Disnakermobduk Aceh, Akmil Husen, S.E., M.Si., melalui Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan, Ir. Rinal Dianto, S.T., M.T., mengatakan bahwa peringatan Bulan K3 merupakan momentum penting untuk mengingatkan seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, perusahaan, dan pekerja—akan pentingnya penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja secara konsisten.
“Peringatan Bulan K3 yang dilaksanakan setiap tahun dari 12 Januari hingga 12 Februari diharapkan menjadi pengingat sekaligus momentum untuk terus menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif,” ujar Rinal.
Ia menegaskan, penerapan K3 yang baik tidak hanya bertujuan mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, tetapi juga berkontribusi besar terhadap peningkatan produktivitas tenaga kerja serta keberlanjutan dunia usaha. Karena itu, Disnakermobduk Aceh terus mendorong perusahaan-perusahaan di Aceh agar mematuhi regulasi dan standar K3 sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Lebih lanjut, Rinal menyebutkan bahwa kegiatan Bulan K3 Nasional juga menjadi bentuk nyata dukungan Pemerintah Aceh terhadap kebijakan nasional di bidang ketenagakerjaan, khususnya dalam membangun budaya kerja yang berorientasi pada keselamatan dan kesehatan.
“Ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Aceh dalam mendukung kebijakan nasional penerapan K3, sehingga ke depan dapat tercipta lingkungan kerja yang lebih baik dan lebih manusiawi bagi seluruh tenaga kerja di Aceh,” jelasnya.
Di tengah bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, peringatan Bulan K3 Nasional tahun ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi perusahaan dan pekerja yang terdampak untuk bangkit dan kembali beraktivitas dengan mengedepankan aspek keselamatan dan kesehatan kerja.
“Di tengah kondisi bencana, kami berharap peringatan Bulan K3 tahun ini dapat menjadi motivasi bagi perusahaan dan para pekerja untuk bangkit serta menjalankan aktivitas kerja dengan tetap mengutamakan K3,” tambah Rinal.
Menutup keterangannya, Rinal Dianto mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyukseskan Peringatan Bulan K3 Nasional Tahun 2026 sebagai upaya kolektif membangun Aceh yang lebih aman, produktif, dan berdaya saing.
“Mari kita sukseskan Peringatan Bulan K3 Nasional Tahun 2026 dan bersama-sama bangkit demi Aceh yang lebih baik,” pungkasnya. (**)
