Kuala Simpang — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh Inspektur Jenderal Polisi Drs. Marzuki Alibasyah meresmikan pematangan lahan pembangunan hunian tetap (huntap) milik Polri bagi masyarakat korban bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.
Peresmian berlangsung di lahan perkebunan PTPN I, Desa Simpang Kanan, Kecamatan Kejuruan Muda, Selasa, 13 Januari 2026.
“Alhamdulillah, hari ini kami secara resmi memulai pematangan lahan huntap milik Polri yang akan diperuntukkan bagi masyarakat korban banjir di Aceh Tamiang. Kegiatan ini didampingi Bupati Aceh Tamiang, unsur Forkopimda, pihak PTPN, serta Ketua DPRK,” ujar Marzuki Alibasyah.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Aceh menegaskan komitmen Polri untuk hadir secara nyata dalam proses pemulihan pascabencana, khususnya melalui penyediaan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi.
Ia menyampaikan bahwa percepatan pembangunan perlu dilakukan meskipun sejumlah proses administratif masih berjalan, dengan tetap memperhatikan kesiapan lahan serta perencanaan teknis yang matang agar pembangunan dapat berlangsung efektif dan tepat sasaran.
“Polri tidak hanya hadir dalam tugas pengamanan, tetapi juga memastikan masyarakat terdampak bencana dapat segera bangkit dan memiliki tempat tinggal yang layak. Pembangunan hunian tetap ini harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, tepat waktu, dan tepat sasaran,” tegasnya.
Kapolda Aceh juga mendorong agar pembangunan huntap melibatkan tenaga kerja dan sumber daya lokal. Menurut dia, pelibatan masyarakat setempat dapat mempercepat proses pembangunan sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
Selain itu, sejumlah tantangan teknis turut menjadi perhatian, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti pasokan listrik dan air bersih. Kapolda Aceh menyebutkan Kapolres Aceh Tamiang akan mengoordinasikan pemenuhan kebutuhan tersebut melalui kerja sama lintas sektor.
Ia juga menekankan kepada seluruh jajaran Polri agar bekerja secara profesional, penuh tanggung jawab, serta terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.
“Saya menekankan kepada seluruh jajaran agar bekerja profesional dan bersinergi dengan pemerintah daerah serta masyarakat, sehingga pembangunan huntap ini benar-benar memberikan manfaat bagi warga terdampak bencana di Aceh Tamiang,” ujarnya.
Selain meresmikan pematangan lahan, Kapolda Aceh juga mengikuti doa bersama dan menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian dan empati Polri terhadap masyarakat terdampak bencana.
“Doa bersama dan santunan ini menjadi wujud kepedulian Polri sekaligus harapan agar seluruh tahapan pembangunan hunian tetap dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Marzuki Alibasyah.[]
