Tinjau Sekolah Darurat, Kak Na Ajak Jaga Semangat Belajar Anak-Anak

Editor: Syarkawi author photo

 

Bunda Guru Aceh Marlina Muzakir, meninjau proses belajar mengajar di Sekolah Darurat SD Negeri 6 Tanoh Jamboe Aye, yang didirikan di halaman Kantor Geuchiek Gampong Samakurok Kecamatan Tanoh Jamboe Aye, Selasa (13/1/2026).

Aceh Utara — Semangat belajar siswa harus terus dijaga agar tidak berdampak pada penurunan prestasi akademik, terutama bagi siswa kelas akhir yang akan menghadapi ujian beberapa bulan mendatang. 

Hal itu disampaikan Bunda Guru Aceh, Marlina Muzakir, saat meninjau proses belajar mengajar di Sekolah Darurat SD Negeri 6 Tanoh Jamboe Aye.

Sekolah darurat tersebut didirikan di halaman Kantor Geuchiek Gampong Samakurok, Kecamatan Tanoh Jamboe Aye, Selasa (13/1/2026), sebagai dampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Aceh.

“Semangat belajar anak-anak kita masih cukup tinggi dan ini harus kita jaga. Terutama bagi siswa kelas 6 SD, kelas 3 SMP, dan kelas 3 SMA yang akan menghadapi ujian akhir. Kehadiran di sekolah penting agar anak-anak tetap bisa bersosialisasi, belajar bersama, serta mengikuti program trauma healing yang disiapkan pemerintah,” ujar perempuan yang akrab disapa Kak Na itu.

Bencana hidrometeorologi yang melanda 18 kabupaten dan kota di Aceh telah berdampak pada ratusan sekolah, mulai dari kerusakan ringan hingga berat. Kondisi tersebut menyebabkan terganggunya proses belajar mengajar, bahkan sejumlah sekolah terpaksa melaksanakan pembelajaran di sekolah darurat menggunakan tenda.

Meski kegiatan belajar mengajar telah dimulai sejak 5 Januari lalu, sekolah-sekolah terdampak bencana belum dapat beroperasi secara normal. Pemerintah terus berupaya melakukan pemulihan agar aktivitas pendidikan dapat segera kembali seperti semula.

Dalam kunjungan tersebut, Kak Na memberikan motivasi dan dorongan semangat kepada ratusan siswa SD Negeri 6 Tanoh Jamboe Aye yang dengan tekun mengikuti pembelajaran di tenda sekolah darurat.

“Semangat ya, nak. Kita orang Aceh harus kuat. Insya Allah, ananda semua bisa kembali bersekolah secara normal. Sekolah-sekolah akan dibersihkan secepatnya,” ucap Kak Na menyemangati para siswa.

Didampingi Ketua TP PKK Aceh Utara Musliana Ismail A. Jalil, Kak Na juga membagikan susu dan biskuit kepada para siswa sebagai bentuk perhatian dan dukungan.

Selain itu, Bunda Guru Aceh mengapresiasi dedikasi para guru yang tetap menjalankan tugas mengajar meski dalam kondisi yang belum normal.

“Terima kasih kepada ibu dan bapak guru yang tetap mengajar dengan penuh semangat. Terus tularkan semangat belajar kepada anak-anak kita. Saat ini, fokus kita memang masih pada trauma healing, sambil perlahan kembali masuk ke materi pembelajaran,” pungkas Kak Na. []

Share:
Komentar

Berita Terkini