Jakarta — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) membukukan kinerja keuangan yang tumbuh positif sepanjang 2025.
Pertumbuhan tersebut tercermin dalam sejumlah indikator utama, mulai dari aset, pembiayaan, dana pihak ketiga (DPK), hingga laba bersih.
Capaian itu disampaikan manajemen BSI dalam paparan kinerja keuangan kepada awak media, Jumat, 6 Februari 2026.
Dalam presentasi bertajuk “Kinerja Keuangan BSI Tumbuh Positif di 2025”, perseroan menampilkan tren pertumbuhan yang konsisten di tengah dinamika perekonomian nasional.
BSI mencatat peningkatan total aset yang menguatkan posisinya sebagai bank syariah terbesar di Indonesia.
Pertumbuhan aset tersebut ditopang oleh ekspansi pembiayaan yang selektif dan berkualitas, sejalan dengan prinsip kehati-hatian serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
Pada sisi pembiayaan, BSI terus mendorong penyaluran dana ke sektor-sektor produktif, seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pembiayaan konsumer, serta korporasi.
Penyaluran ini dinilai berkontribusi terhadap penguatan kinerja perseroan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi syariah.
Penghimpunan dana pihak ketiga juga menunjukkan tren positif. Peningkatan dana tabungan, giro, dan deposito sepanjang 2025 mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap BSI. DPK tersebut menjadi penopang utama likuiditas perseroan dalam memperluas pembiayaan.
Dari sisi profitabilitas, BSI mencatat pertumbuhan laba yang ditopang oleh peningkatan bisnis dan efisiensi operasional. Optimalisasi layanan digital, penguatan teknologi perbankan, serta peningkatan kualitas layanan kepada nasabah turut menopang kinerja tersebut.
Manajemen BSI menyebut kinerja positif sepanjang 2025 merupakan hasil dari strategi pertumbuhan berkelanjutan, penguatan fundamental perusahaan, serta konsistensi penerapan prinsip perbankan syariah. Selain itu, perseroan juga terus menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Ke depan, BSI optimistis dapat melanjutkan tren pertumbuhan dengan memperkuat inovasi produk dan layanan, memperluas ekosistem ekonomi syariah, serta meningkatkan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. (**)
