![]() |
| FBIS UNDIRA bergerak, mutu akademik melesat, masa depan pendidikan diperkuat. (kontributor: anna nurjanah dan muhammad yanuar hidayat) |
Jakarta - Jum'at, 6 Februari 2026 – Fakultas Bisnis dan Ilmu Sosial (FBIS) Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) menggelar Refleksi Akhir Semester secara terbuka dan terukur, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan transformasi mutu pendidikan tinggi.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Google Meet ini diikuti oleh seluruh dosen FBIS dan para Ketua Program Studi (PS) Manajemen, Akuntansi, Ilmu Komunikasi, dan Sastra Inggris.
Forum refleksi diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars UNDIRA, serta ditutup dengan Bagimu Negeri, sebagai simbol persatuan, komitmen kebangsaan, dan semangat kolektif dalam membangun masa depan pendidikan Indonesia.
Dekan FBIS, Caturida Meiwanto Doktoralina, menegaskan bahwa refleksi akhir semester bukan sekadar agenda rutin, tetapi mimbar akademik strategis untuk menilai capaian pembelajaran, memetakan area penguatan, dan merumuskan langkah perbaikan yang terukur demi mendorong kualitas perkuliahan pada semester mendatang.
“Refleksi bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan strategi penguatan kualitas sumber daya akademik untuk melahirkan lulusan unggul dan berdaya saing nasional,” tegas Dekan.
Fasilitator Novida Irawan menekankan urgensi budaya kritis dan akuntabilitas dosen sebagai fondasi mutu pendidikan tinggi.
Paparan kinerja akademik juga disampaikan oleh jajaran pimpinan universitas, menjadi dasar evaluasi institusional berbasis data dan berorientasi pada peningkatan berkelanjutan.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Margono Sugeng, mengajak seluruh dosen menjadikan refleksi sebagai momentum untuk menyegarkan niat, energi, dan dedikasi dalam menjalankan amanah pendidikan.
“Proses pengajaran tidak hanya memindahkan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan masa depan generasi bangsa,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Akademik, Magito, menekankan bahwa refleksi adalah implementasi prinsip continuous quality improvement, di mana setiap pembenahan akademik merupakan investasi mutu yang berdampak langsung pada kepuasan mahasiswa dan terciptanya iklim perkuliahan yang kondusif dan konstruktif.
Dalam forum ini, seluruh dosen dan pengambil keputusan program studi menegaskan komitmen kolektif untuk meningkatkan kompetensi dosen, memperkuat kualitas pembelajaran, dan menyelaraskan kinerja akademik dengan standar nasional pendidikan tinggi.
Dekan FBIS menambahkan, Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa (EDOM) akan menjadi salah satu indikator utama penilaian kinerja dosen sekaligus instrumen perbaikan berkelanjutan, memastikan setiap proses pembelajaran menghasilkan output dan outcome akademik yang unggul.[]
