Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Dorong Solusi Konkret untuk Turunkan Pengangguran Sarjana

Editor: Syarkawi author photo

 

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr Musriadi Aswad MPd, memberikan pernyataan terkait tingginya angka pengangguran lulusan sarjana di Aceh, di DPRK Banda Aceh, Jumat (6/2/2026). FOTO/IST

Banda Aceh – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Dr Musriadi Aswad, MPd, mendorong Pemerintah Aceh segera mengambil langkah strategis untuk menurunkan angka pengangguran di kalangan lulusan pendidikan tinggi.

Dorongan itu disampaikan menyusul rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh per November 2025, yang mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi terdapat pada lulusan Diploma IV hingga Doktor, mencapai 8,68 persen—lebih tinggi dibanding jenjang pendidikan lainnya.

“Data BPS ini menjadi alarm bagi kita semua. Pemerintah Aceh bersama perguruan tinggi harus duduk bersama untuk mencari solusi agar lulusan sarjana tidak terus mendominasi angka pengangguran,” ujar Musriadi di DPRK Banda Aceh, Jumat (6/2/2026).

Ia menilai tingginya pengangguran sarjana menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Musriadi menekankan pentingnya penguatan konsep link and match antara perguruan tinggi dan dunia usaha/industri (DUDI).

“Jangan hanya fokus mencetak ijazah, tapi juga mencetak kompetensi. Kampus harus menyiapkan mahasiswa agar benar-benar siap pakai ketika lulus,” tegasnya.

Musriadi menyarankan sejumlah sektor strategis sebagai fokus pengembangan kurikulum, antara lain ekonomi kreatif, pertanian modern, perikanan, pariwisata, dan ekonomi digital, yang berpotensi menyerap tenaga kerja terdidik. Selain itu, program magang, kerja praktik, dan pelatihan keterampilan bagi mahasiswa tingkat akhir perlu diperluas agar lulusan lebih siap bersaing.

Wakil Ketua DPRK itu juga mendorong pemerintah menghadirkan kebijakan yang memacu dunia usaha dan pelaku lokal membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat kewirausahaan di lingkungan kampus.

“Kalau ini dikelola serius dan terintegrasi, saya optimistis pengangguran sarjana di Aceh bisa berkurang, dan lulusan perguruan tinggi dapat berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” pungkasnya.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini