AMANAH dan Bank Indonesia Aceh Perkuat Kolaborasi Dorong Ekonomi Kreatif Generasi Muda

Editor: Syarkawi author photo


BANDA ACEH – Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) memperkuat kolaborasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis generasi muda dan pelaku UMKM di Aceh.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan audiensi antara Ketua Yayasan AMANAH, Dr. Ir. Syaifullah Muhammad, ST, M.Eng, dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, yang berlangsung di Gedung Bank Indonesia Banda Aceh, Senin (9/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Syaifullah Muhammad didampingi Direktur Badan Pekerja AMANAH Dr. Safwan Nurdin bersama para koordinator bidang. 

Audiensi membahas berbagai peluang sinergi untuk mengoptimalkan fasilitas dan program pemberdayaan ekonomi yang dimiliki AMANAH di Kawasan Industri Ladong.

Dr. Syaifullah menjelaskan bahwa di kawasan Ladong telah berdiri fasilitas pengembangan ekonomi kreatif dengan nilai investasi sekitar Rp200 miliar yang diresmikan pada akhir tahun 2024. 

Fasilitas tersebut dirancang sebagai pusat pemberdayaan generasi muda Aceh dalam bidang ekonomi kreatif, UMKM, pertanian, serta inovasi teknologi.

Untuk mengoptimalkan pengelolaan kawasan tersebut, dilakukan restrukturisasi organisasi dengan membentuk Yayasan AMANAH sebagai lembaga pengelola. 

Dalam struktur baru ini, dewan pembina melibatkan empat pimpinan perguruan tinggi di Aceh, yakni Universitas Syiah Kuala, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Universitas Teuku Umar, dan Universitas Malikussaleh, serta unsur dari dunia usaha.

Sementara itu, operasional kegiatan dijalankan oleh Badan Pekerja yang dipimpin Dr. Safwan Nurdin bersama tim yang berjumlah sekitar 30 orang.

Kawasan AMANAH dilengkapi berbagai fasilitas strategis seperti laboratorium, ruang pelatihan, studio musik dan podcast, rumah kopi, rumah teknologi, rumah kemasan, greenhouse, aula besar, asrama, fasilitas olahraga, kafe edukasi kopi, hingga ruang pameran UMKM. 

Selain itu, tersedia pula berbagai peralatan produksi bernilai tinggi seperti mesin roasting kopi, fasilitas pengolahan nilam, serta peralatan produksi dan pengemasan produk.

Dalam diskusi tersebut juga dibahas sejumlah potensi kolaborasi dengan Bank Indonesia, terutama dalam pengembangan UMKM, program inkubasi usaha, pelatihan kewirausahaan, serta penyelenggaraan berbagai kegiatan ekonomi kreatif.

Fasilitas asrama yang tersedia di kawasan AMANAH juga direncanakan dapat dimanfaatkan sebagai pusat pelatihan bagi pelaku UMKM dari berbagai daerah di Aceh.

Selain UMKM, sektor produk unggulan seperti kopi dan nilam turut menjadi fokus pengembangan karena memiliki nilai ekonomi tinggi serta potensi ekspor yang besar. 

AMANAH saat ini telah memiliki fasilitas roasting kopi serta peralatan produksi minyak nilam beserta produk turunannya, seperti kosmetik dan skincare.

Pertemuan tersebut juga membahas peluang kerja sama dalam penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan melalui pemanfaatan greenhouse, budidaya hortikultura, program cabai, serta pengembangan budidaya ikan dengan sistem bioflok. 

Program ini dinilai dapat mendukung upaya pengendalian inflasi daerah dan menjaga stabilitas harga pangan.

Dr. Syaifullah menegaskan bahwa seluruh fasilitas di kawasan Ladong diharapkan dapat menjadi pusat inovasi, inkubasi bisnis, serta pengembangan ekonomi kreatif bagi generasi muda Aceh.

Sebagai langkah awal untuk menghidupkan kembali seluruh aktivitas tersebut, AMANAH juga merencanakan re-launching AMANAH pada April 2026 guna memperkenalkan kembali berbagai program serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah, dunia usaha, dan komunitas kreatif.

Melalui kolaborasi ini, AMANAH dan Bank Indonesia Aceh diharapkan dapat mendorong lahirnya wirausaha muda, memperkuat kapasitas UMKM agar naik kelas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Aceh yang lebih inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini