JAMBI – Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Jambi melakukan langkah proaktif dengan meninjau kesiapan infrastruktur di jalur Jalan Lintas Timur Sumatera (Jalintim), Senin (9/3/2026).
Survei lapangan tersebut dipimpin Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Jambi, Novrizal, bersama tim dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Jambi, Jasa Raharja Wilayah Jambi, serta Kasat Lantas Polres Tanjung Jabung Barat.
Tim gabungan memeriksa kondisi jalur sepanjang 159 kilometer dari batas Kota Jambi hingga perbatasan Provinsi Riau untuk memastikan kesiapan jalur menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Ribuan Lubang Jalan Diperbaiki
Dalam survei tersebut, program “Zero Hole” atau bebas lubang menjadi prioritas utama. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sejumlah ruas jalan telah diperbaiki secara signifikan.
Pada ruas Jembatan Batanghari I hingga Simpang Tuan (KM 35) sepanjang 28 kilometer, tercatat 340 titik lubang telah diperbaiki sepenuhnya.
Sementara itu, pada ruas Simpang KM 35 hingga batas Provinsi Riau, sebanyak 767 titik lubang dari total target 800 titik telah selesai ditangani. Sisanya 33 titik saat ini dalam tahap percepatan pengerjaan dan ditargetkan rampung pada 12 Maret 2026.
Penanganan Titik Rawan
Selain memperbaiki permukaan jalan, tim juga melakukan pengecekan pada sejumlah titik rawan yang selama ini kerap menjadi kendala bagi pengguna jalan.
Direktur Lalu Lintas Polda Jambi, Adi Benny Cahyono, menjelaskan bahwa beberapa titik prioritas turut mendapat perhatian khusus.
Di KM 34 Kabupaten Muaro Jambi, yang kerap mengalami genangan air saat hujan, tim memastikan sistem drainase telah berfungsi dengan baik guna mencegah banjir yang dapat menghambat arus lalu lintas.
Selanjutnya di KM 105 wilayah Tanjung Jabung Barat, dilakukan pemetaan ulang pada kawasan rawan kecelakaan. Perbaikan dilakukan pada permukaan jalan yang bergelombang serta pembangunan drainase agar air tidak menggenangi badan jalan.
Selain itu, di KM 177 Tanjung Jabung Barat juga tengah dilakukan pembangunan turap atau dinding penahan tanah di area rawan longsor guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
“Survei ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan rasa aman bagi pemudik. Kami ingin memastikan saat Operasi Ketupat 2026 dimulai, masyarakat tidak lagi terhambat oleh kerusakan jalan atau potensi longsor di wilayah hukum Polda Jambi,” ujar Adi Benny.
Melalui sinergi antara kepolisian, otoritas jalan nasional, dan lembaga terkait, diharapkan arus mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan aman, lancar, dan nyaman sesuai dengan tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”[]
