PIDIE JAYA – Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Aceh kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui kegiatan bakti sosial bertajuk “ICMI Aceh Peduli Dhuafa Ramadan 1447 H”.
Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Reului Mangat, Kecamatan Jangka Buya, Kabupaten Pidie Jaya, Minggu (8/3/2026).
Ketua ICMI Aceh, Dr. Taqwaddin, menyampaikan bahwa ICMI merupakan organisasi yang didirikan oleh Prof. B.J. Habibie pada tahun 1991 sebagai wadah para cendekiawan Muslim untuk berkontribusi bagi kemajuan umat dan bangsa.
Menurutnya, program kepedulian terhadap kaum dhuafa merupakan agenda rutin tahunan yang digelar setiap bulan Ramadan.
Kegiatan ini bertujuan untuk menjemput keberkahan, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan empati sosial di kalangan pengurus dan anggota ICMI.
“Tahun ini kami menyalurkan sebanyak 200 paket bantuan yang bersumber dari infak dan sedekah kolektif para intelektual ICMI Aceh, serta dukungan sponsor dari Bank Hikmah Wakilah, BSI Aceh, dan Toko Emas Keuchik Leumik,” ujar Taqwaddin yang juga menjabat sebagai Hakim Tinggi Ad Hoc Tipikor Aceh.
Pemilihan Desa Reului Mangat sebagai lokasi penyaluran bantuan bukan tanpa alasan. Desa tersebut merupakan salah satu wilayah yang sebelumnya terdampak bencana hidrometeorologi. Kehadiran rombongan ICMI pun disambut hangat oleh Keuchik setempat, Azhari.
“Kami sangat bersyukur atas perhatian ICMI Aceh. Selain membantu kebutuhan masyarakat melalui paket logistik, kehadiran para tokoh intelektual Aceh juga memberikan semangat dan motivasi bagi warga kami,” ungkap Azhari.
Selain penyaluran bantuan, kegiatan ini juga diisi dengan tausiah Ramadan yang disampaikan oleh Dr. Tgk. Tarmizi, Wakil Ketua ICMI Aceh sekaligus koordinator lapangan kegiatan.
Turut hadir dalam rombongan tersebut sejumlah tokoh ICMI Aceh, di antaranya Prof. Yusni Sabi selaku Ketua Dewan Penasehat ICMI Aceh, Dr. Muhammad Yasar Ketua Pemuda ICMI Aceh, serta Dr. Dzarnisa Araby yang bertindak sebagai Ketua Panitia Pelaksana.
Kegiatan yang berlangsung khidmat selama setengah hari itu dipandu oleh Dr. Dzarnisa Araby dan ditutup dengan doa bersama untuk kesejahteraan serta kemajuan masyarakat Pidie Jaya.[]
