Kutacane – Upaya percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tenggara terus menunjukkan perkembangan positif.
Salah satu proyek strategis yang hampir rampung adalah pembangunan jembatan gantung di Desa Lawe Mamas Indah, Kecamatan Darul Hasanah.
Hingga saat ini, progres pembangunan jembatan telah mencapai sekitar 99 persen dan hanya menyisakan tahap akhir berupa pekerjaan finishing, seperti pengecatan lantai dan pagar jembatan.
Pembangunan jembatan gantung ini dilaksanakan oleh prajurit TNI Angkatan Darat melalui Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama Babinsa Posramil Darul Hasanah, tim teknis, serta dukungan masyarakat setempat.
Kolaborasi tersebut menjadi wujud nyata sinergi TNI dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan akses infrastruktur yang sebelumnya terputus akibat bencana alam.
Seperti diketahui, wilayah Kecamatan Darul Hasanah sempat terdampak banjir besar dan tanah longsor yang menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum, termasuk jembatan penghubung antarwilayah. Jembatan lama mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat digunakan kembali.
Akibatnya, mobilitas warga sempat terganggu. Masyarakat yang hendak melintasi Sungai Kali Alas untuk menuju kebun, pasar, sekolah, maupun menjalankan aktivitas ekonomi lainnya harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu lebih lama.
Kondisi ini berdampak pada aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat setempat.
Menyadari pentingnya akses transportasi tersebut, pembangunan kembali jembatan gantung menjadi prioritas dalam upaya pemulihan wilayah pascabencana.
Kerja sama antara TNI dan masyarakat membuat proses pembangunan dapat berjalan cepat, efektif, dan tetap mengutamakan kualitas konstruksi.
Jembatan gantung yang dibangun di atas Sungai Kali Alas memiliki panjang sekitar 150 meter dengan lebar 1,2 meter, sementara kedalaman sungai di bawahnya mencapai sekitar 2 meter.
Struktur jembatan dirancang dengan konstruksi yang kuat dan aman sehingga dapat digunakan untuk aktivitas sehari-hari masyarakat.
Selama proses pembangunan, prajurit TNI tidak hanya terlibat dalam pekerjaan teknis konstruksi, tetapi juga berperan dalam membangun semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.
Kehadiran TNI di lokasi pembangunan turut memotivasi warga untuk ikut membantu menyelesaikan pekerjaan secara bersama-sama.
Kerja sama antara TNI dan masyarakat tersebut menjadi gambaran kuatnya nilai gotong royong di Aceh Tenggara.
Semangat kebersamaan dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan yang sangat dibutuhkan warga.
Dengan hampir rampungnya pembangunan jembatan gantung ini, masyarakat berharap akses penghubung antarwilayah yang sempat terputus dapat segera kembali normal.
Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga serta memperlancar distribusi hasil pertanian sebagai sumber utama perekonomian masyarakat setempat.
Selain itu, jembatan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan konektivitas wilayah serta mendukung aktivitas sosial masyarakat, termasuk akses menuju fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, dan pusat kegiatan ekonomi.
Salah seorang warga setempat, Amri (49), mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada TNI dan seluruh pihak yang telah membantu pembangunan jembatan tersebut.
Menurutnya, sejak jembatan lama rusak akibat banjir, masyarakat mengalami kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada TNI dan semua pihak yang telah membantu membangun kembali jembatan ini. Jembatan ini sangat penting untuk aktivitas ke kebun, pasar, dan kegiatan lainnya. Mudah-mudahan setelah selesai, perekonomian masyarakat dapat kembali pulih,” ungkap Amri.
Ia juga berharap jembatan yang telah dibangun dapat dirawat dengan baik agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang.
Apabila tahap finishing dapat segera diselesaikan, jembatan gantung tersebut direncanakan segera dimanfaatkan masyarakat.
Dengan demikian, warga yang sebelumnya harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dapat kembali menggunakan akses yang lebih dekat, aman, dan efisien.
Pemerintah daerah bersama TNI berharap keberadaan jembatan gantung di Desa Lawe Mamas Indah dapat menjadi sarana vital yang mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di Kecamatan Darul Hasanah dan wilayah sekitarnya.
Pembangunan jembatan ini juga menjadi simbol kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana.
Semangat gotong royong yang terbangun selama proses pembangunan menjadi bukti bahwa kerja sama dan kepedulian bersama mampu mengatasi berbagai tantangan demi kesejahteraan masyarakat.[]
