KOTA JANTHO — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar secara resmi mengimplementasikan Program Beut Kitab Bak Sikula (BKBS) di seluruh sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Aceh Besar. Program tersebut diluncurkan dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Selasa (10/3/2026).
Program BKBS merupakan bagian dari visi dan misi Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris bersama Wakil Bupati Drs. H. Syukri A. Jalil dalam memperkuat pendidikan agama serta membentuk karakter generasi muda di Aceh Besar.
Dalam sambutannya, Bupati Aceh Besar yang akrab disapa Syech Muharram menyampaikan rasa syukur atas peluncuran program tersebut. Ia menilai program BKBS menjadi langkah penting dalam memperkuat pendidikan keagamaan di lingkungan sekolah.
“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan launching program ini. Ini mungkin menjadi hari bersejarah bagi Aceh Besar, karena sebelumnya belum pernah ada program beut kitab di sekolah,” ujar Syech Muharram.
Ia menjelaskan bahwa selama ini banyak sekolah yang mengirimkan siswanya ke pesantren atau dayah untuk memperdalam ilmu agama. Melalui program BKBS, pemerintah daerah menghadirkan konsep berbeda dengan mendatangkan guru-guru dari dayah langsung ke sekolah.
“Kalau dulu sekolah masuk ke pesantren, hari ini kita ingin pesantren masuk ke sekolah. Guru-guru dari dayah bisa langsung mengajar dan membimbing anak-anak kita di sekolah,” katanya.
Menurutnya, program tersebut juga menjadi solusi untuk memperkuat pendidikan agama di sekolah-sekolah yang selama ini belum tersentuh secara optimal.
Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berperan dalam menyukseskan implementasi program tersebut, termasuk Forum Ulama Aceh Besar, para cendekiawan, tokoh masyarakat, serta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat.
Ia menjelaskan bahwa sebelum diterapkan secara menyeluruh, program BKBS terlebih dahulu diuji coba melalui tahap percontohan di sejumlah sekolah.
“Pada tahap awal kita lakukan percontohan di 46 sekolah, terdiri dari 23 SD dan 23 SMP. Hari ini Alhamdulillah program ini sudah diterapkan di seluruh sekolah SD dan SMP di Aceh Besar, baik negeri maupun swasta,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, program tersebut akan menjangkau sekitar 29.280 siswa dengan dukungan 457 guru pengajar yang berasal dari berbagai dayah di Aceh Besar.
Syech Muharram juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah berencana memperluas program tersebut ke sekolah-sekolah yang berada di bawah kewenangan Kementerian Agama, seperti Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), dan madrasah lainnya.
Ia mengaku telah menerima aspirasi dari sejumlah guru madrasah yang berharap program serupa juga dapat diterapkan di sekolah mereka.
“Kita akan berupaya duduk bersama dengan Kanwil Kementerian Agama untuk mencari solusi agar anak-anak Aceh Besar yang belajar di madrasah juga mendapatkan pengajian kitab,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan pendidikan agama sangat penting untuk membentuk generasi muda yang berakhlak dan beradab.
“Kalau anak-anak kita tidak memiliki dasar ilmu agama, ini bisa menjadi persoalan ke depan. Kehidupan bukan hanya soal ilmu, tetapi juga adab. Dengan ilmu agama, insyaAllah akan lahir generasi yang santun dan berakhlak mulia,” katanya.
Bupati berharap program BKBS dapat berjalan secara berkelanjutan dan terus dilanjutkan pada masa kepemimpinan berikutnya.
“Kita berharap program ini dapat berjalan hingga lima tahun ke depan dan seterusnya, demi masa depan generasi Aceh Besar,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Panitia Seleksi Guru BKBS, Tgk Munawar, dalam laporannya menyampaikan bahwa program Beut Kitab Bak Sikula telah dimulai sejak tahun 2025 melalui beberapa tahapan pelaksanaan.
Tahap pertama berupa soft launching yang dilaksanakan pada 24 Juli 2025 di SMP Negeri 1 Darul Imarah. Pada tahap percontohan tahun 2025, program ini diterapkan di 46 sekolah yang terdiri dari 23 SD dan 23 SMP dengan dukungan 124 guru dari dayah di Aceh Besar.
Pada tahap implementasi penuh tahun 2026, pemerintah daerah melakukan rekrutmen tambahan 333 guru melalui seleksi yang berlangsung pada 12–14 Februari 2026. Dengan demikian, total guru yang dibutuhkan untuk menjalankan program BKBS mencapai 457 orang.
Para guru yang dinyatakan lulus seleksi nantinya akan mengikuti bimbingan teknis (bimtek) pada April 2026 untuk menyesuaikan metode pengajaran antara sistem pendidikan dayah dan sekolah formal.
“Setelah mengikuti bimtek, para guru akan ditempatkan di sekolah-sekolah dan mulai mengajar pada tahun ajaran baru 2026/2027,” jelas Tgk Munawar.
Pemerintah daerah juga akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program percontohan tahun 2025 yang direncanakan pada akhir tahun 2026 guna melihat capaian program tersebut.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kemampuan siswa dalam membaca kitab, Pemkab Aceh Besar juga berencana menggelar perlombaan baca kitab bagi siswa yang mengikuti program BKBS.
Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Forum Ulama Aceh Besar, Majelis Pendidikan Daerah (MPD), serta seluruh satuan pendidikan, pemerintah berharap program Beut Kitab Bak Sikula dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter serta peningkatan kualitas pendidikan generasi muda di Kabupaten Aceh Besar. (**)
