Stok BBM Aceh Tengah Aman, Polres Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying

Editor: Syarkawi author photo

 


ACEH TENGAH – Menyikapi antrean panjang pengisian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Kabupaten Aceh Tengah, Kepolisian Resor Aceh Tengah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying.

Imbauan tersebut disampaikan Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufiq, S.I.K., M.H., pada Kamis (5/3/2026). Ia menyebut meningkatnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU disebabkan tingginya permintaan masyarakat menjelang kebutuhan harian dan momentum menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kapolres meminta masyarakat tidak mudah terpancing oleh isu yang beredar terkait kelangkaan BBM. Ia mengajak masyarakat melakukan pembelian BBM secara bijak sesuai kebutuhan.

Hal senada disampaikan Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si. Ia menegaskan bahwa stok BBM di wilayah Aceh Tengah dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan data SBM Aceh II Fuel PT Pertamina Patra Niaga, kapal pengangkut BBM telah bersandar untuk memastikan pasokan BBM tetap lancar. Untuk wilayah distribusi Depot Lhokseumawe yang melayani Aceh Tengah, stok BBM tercatat sebagai berikut: Pertamax 1.340.000 liter, Pertalite 4.360.000 liter, dan Solar 2.300.000 liter.

Dengan ketersediaan tersebut, pasokan BBM dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat. Distribusi BBM ke wilayah Aceh Tengah juga dilakukan secara berkala setiap hari untuk menjaga kelancaran pasokan di SPBU.

Bupati juga mengimbau masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi kebenarannya serta tetap membeli BBM sesuai kebutuhan.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah bersama pihak terkait terus berkoordinasi untuk memastikan distribusi dan ketersediaan BBM tetap terjaga.

Di sisi lain, Polres Aceh Tengah menyiagakan puluhan personel sejak Rabu malam (5/3/2026) untuk mengamankan SPBU yang mengalami antrean panjang. Personel ditempatkan untuk melakukan pengamanan, pengaturan lalu lintas, serta patroli guna mengurai kemacetan dan mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami melakukan langkah ini untuk menjaga kamtibmas serta memastikan kelancaran arus lalu lintas di sekitar SPBU,” ujar Kapolres.

Selain itu, kepolisian juga melakukan pengawasan terhadap penjual BBM eceran dan kios-kios untuk memastikan penjualan tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.

Kapolres menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas praktik penimbunan BBM bersubsidi. Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan praktik penimbunan BBM.

“Jika ditemukan pelanggaran, akan kami tindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini