Banda Aceh — Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Fuel Terminal Krueng Raya dipastikan dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah di Aceh.
Terminal ini menjadi salah satu penyangga utama distribusi BBM untuk Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Aceh Jaya, dan Kabupaten Pidie.
Berdasarkan data stok per 5 Maret 2026, ketersediaan BBM di Fuel Terminal Krueng Raya masih mencukupi dengan rincian Pertalite sebanyak 3,8 juta liter, Pertamax 2,9 juta liter, Solar 2,1 juta liter, serta Avtur 1,2 juta liter.
Selain stok yang tersedia, pasokan BBM juga akan terus bertambah melalui kedatangan sejumlah kapal pengangkut dalam beberapa hari ke depan.
Kapal Mumbai dijadwalkan tiba pada 7 Maret 2026 dengan membawa muatan Pertalite sebanyak 1,3 juta liter dan Solar 1,5 juta liter.
Selanjutnya, Kapal Samudera Ayu akan tiba pada 10 Maret 2026 dengan membawa Avtur sebanyak 1,8 juta liter.
Pasokan tambahan juga akan datang melalui Kapal Garuda Asia yang dijadwalkan bersandar pada 12 Maret 2026 dengan muatan Pertalite sebanyak 1,5 juta liter dan Solar sebanyak 2 juta liter.
Pengiriman BBM ke Fuel Terminal Krueng Raya juga akan terus berlangsung secara berkelanjutan melalui kedatangan kapal-kapal berikutnya guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Dengan kondisi stok yang tersedia serta pasokan yang terus berdatangan, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying, karena distribusi BBM ke wilayah Aceh tetap berjalan lancar.[]
