Tgk Ahmada Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Aceh Besar, Gandeng SaPA Perkuat Literasi Kebangsaan

Editor: Syarkawi author photo

 

Anggota DPD RI/MPR RI asal Aceh, Tgk. Ahmada MZ, menyampaikan materi sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada para guru dan praktisi pendidikan yang tergabung dalam Sarjana Pendidikan Aceh Besar (SaPA) di SDN Lam Ujong, Aceh Besar, Senin (9/3/2026). Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat literasi kebangsaan di kalangan pendidik dan generasi muda.

ACEH BESAR — Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) sekaligus anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) asal Aceh, Tgk. Ahmada MZ, menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada para guru dan praktisi pendidikan di SDN Lam Ujong, Kabupaten Aceh Besar, Senin (9/3/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan organisasi Sarjana Pendidikan Aceh Besar (SaPA) dan bertujuan memperkuat literasi kebangsaan di kalangan pendidik serta generasi muda.

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan merupakan salah satu tugas konstitusional anggota MPR RI untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dasar-dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Melalui kegiatan ini, para pendidik diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada siswa di lingkungan sekolah.

Dalam pemaparannya, Tgk. Ahmada menegaskan pentingnya memahami dan mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.

Menurutnya, keempat pilar tersebut bukan sekadar konsep, melainkan fondasi utama yang menjaga keutuhan bangsa Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan wawasan kebangsaan di era digital saat ini, ketika arus informasi berkembang sangat cepat dan berpotensi menimbulkan perpecahan jika tidak disikapi secara bijak.

“Empat pilar ini adalah identitas kita sebagai bangsa. Nilai-nilai tersebut harus terus dijaga dan ditanamkan kepada generasi muda. Lingkungan pendidikan memiliki peran strategis dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air, toleransi, serta semangat persatuan sejak dini,” ujar Tgk. Ahmada.

Dalam kegiatan tersebut, Tgk. Ahmada menggandeng SaPA sebagai mitra strategis dalam memperluas literasi kebangsaan di kalangan pendidik. Ia menilai para guru dan tenaga pendidik merupakan garda terdepan dalam membentuk karakter generasi bangsa.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter, moral, serta kesadaran berbangsa dan bernegara.

“Jika literasi kebangsaan kuat di kalangan pendidik, maka nilai-nilai tersebut akan lebih mudah ditanamkan kepada para siswa secara berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua SaPA Aceh Besar, Dr. Agus Jumaidi, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif Tgk. Ahmada yang menjadikan sektor pendidikan sebagai fokus dalam sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.

Ia menilai kegiatan tersebut sangat relevan dengan tantangan dunia pendidikan saat ini, di mana penguatan karakter dan nilai-nilai kebangsaan menjadi agenda penting dalam membangun generasi yang berintegritas dan berwawasan kebangsaan.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Tgk. Ahmada yang terus mendorong penguatan nilai-nilai kebangsaan melalui dunia pendidikan. Ini merupakan upaya penting untuk memastikan nilai-nilai Pancasila, persatuan, dan toleransi tetap menjadi fondasi dalam kehidupan masyarakat,” ujar Agus.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif itu diikuti para guru, praktisi pendidikan, serta anggota SaPA dari berbagai wilayah di Aceh Besar. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab yang membuka ruang dialog langsung dengan narasumber.

Dalam sesi tersebut, berbagai gagasan muncul terkait strategi memperkuat literasi kebangsaan di lingkungan sekolah, termasuk integrasi nilai-nilai kebangsaan dalam pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, serta budaya sekolah.

Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun komitmen bersama untuk terus merawat semangat persatuan dan menjaga keutuhan bangsa di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Dengan keterlibatan aktif dunia pendidikan, nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan diharapkan tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini