BANDA ACEH — Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyerahkan bantuan masa panik kepada warga yang menjadi korban kebakaran di Jalan Al Jannah, Gampong Cot Mesjid, Kecamatan Lueng Bata, Senin (9/3/2026).
Kebakaran tersebut menghanguskan empat pintu kamar kos berkontruksi kayu yang dihuni sejumlah warga. Peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba itu menyebabkan para penghuni kehilangan tempat tinggal serta sebagian besar barang milik mereka.
Kehadiran Wali Kota di lokasi kejadian merupakan bentuk kepedulian dan perhatian Pemerintah Kota Banda Aceh terhadap warganya yang sedang tertimpa musibah.
Dalam kesempatan itu, Illiza menyampaikan rasa prihatin kepada para korban dan memastikan pemerintah hadir untuk membantu meringankan beban mereka.
“Musibah ini tentu berat bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal dan barang-barang mereka. Namun kami berharap para korban tetap sabar, tabah, dan kuat menghadapi ujian ini,” ujar Illiza saat menyerahkan bantuan.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Banda Aceh akan terus berupaya memberikan dukungan bagi masyarakat yang terdampak bencana. Bantuan masa panik yang disalurkan merupakan langkah awal untuk membantu para korban memenuhi kebutuhan dasar selama masa darurat.
Selain menyerahkan bantuan, Illiza juga berdialog dengan para korban dan warga sekitar guna mendengarkan langsung kondisi serta kebutuhan mendesak pascakebakaran. Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama selama bulan suci Ramadan.
Menurutnya, aktivitas masyarakat pada malam hari selama Ramadan biasanya meningkat, seperti penggunaan kompor untuk memasak sahur atau kegiatan lain yang berpotensi menimbulkan risiko kebakaran jika tidak diawasi dengan baik.
“Di bulan Ramadan seperti sekarang kita perlu lebih waspada. Pastikan instalasi listrik aman, kompor dimatikan dengan benar, dan jangan meninggalkan api tanpa pengawasan agar kejadian serupa dapat dihindari,” imbaunya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Sukmawati, menjelaskan bahwa bantuan masa panik yang disalurkan kepada para korban terdiri dari berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat.
Bantuan tersebut meliputi beras, mi instan, air mineral, selimut, pakaian layak pakai, serta perlengkapan kebutuhan dasar lainnya yang dibutuhkan keluarga korban selama masa tanggap darurat.
Sukmawati mengatakan bantuan masa panik merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah melalui Dinas Sosial untuk memastikan korban bencana tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar setelah mengalami musibah.
“Melalui bantuan ini kami berharap dapat sedikit meringankan beban para korban serta membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga yang terdampak selama masa darurat,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pendataan terhadap korban terdampak serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memberikan dukungan lanjutan apabila dibutuhkan.
Peristiwa kebakaran di kawasan permukiman padat tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama pada bangunan yang sebagian besar terbuat dari material kayu yang mudah terbakar.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian material bagi para penghuni kos yang kehilangan tempat tinggal dan barang-barang mereka.
Dengan adanya bantuan dari Pemerintah Kota Banda Aceh, diharapkan para korban dapat segera bangkit dan melanjutkan kembali aktivitas mereka.
