Bapas Tidore Gelar Panen Raya Singkong, Perkuat Dukungan Ketahanan Pangan

Editor: Syarkawi author photo

 

Panen raya singkong di lahan ketahanan pangan Bapas Kelas II Tidore, Selasa (28/4/2026), menjadi simbol kebersamaan dan komitmen dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

TIDORE — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Tidore kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan panen raya singkong yang digelar pada Selasa (28/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lahan ketahanan pangan milik Bapas tersebut diikuti oleh seluruh jajaran pegawai, peserta magang nasional, serta tenaga PPNPN dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan.

Kepala Bapas Kelas II Tidore, Djunaidi A. Fabanyo, hadir langsung bersama jajaran struktural, termasuk Kepala Urusan Tata Usaha dan Kepala Subseksi Bimbingan Klien Dewasa. 

Kehadiran pimpinan menjadi bentuk dukungan sekaligus motivasi bagi seluruh pegawai untuk terus berkontribusi dalam program produktif yang berdampak positif bagi institusi dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Djunaidi menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja sama seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan, panen raya ini bukan sekadar kegiatan pertanian, tetapi juga simbol keberhasilan membangun sinergi dan komitmen bersama dalam mendukung ketahanan pangan.

“Program ini menjadi sarana pembelajaran sekaligus pemberdayaan yang dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan,” ujarnya.

Lahan ketahanan pangan Bapas Tidore merupakan bagian dari inisiatif nasional yang diterapkan di berbagai instansi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Sebelumnya, lahan tersebut telah menghasilkan berbagai komoditas seperti jagung, cabai, dan mentimun.

Singkong yang dipanen kali ini telah melalui proses budidaya selama sekitar tujuh bulan dengan perawatan intensif, meliputi penyiraman rutin, penggunaan pupuk organik, serta pengendalian hama secara berkala. Hasilnya, sebanyak 25 kilogram singkong berhasil dipanen dengan kualitas baik.

Hasil panen tidak hanya dimanfaatkan untuk konsumsi internal, tetapi juga dipasarkan dengan harga Rp20.000 per kilogram. 

Dana dari penjualan akan dimasukkan ke kas Bapas dan dikelola secara transparan untuk mendukung pengembangan lahan, termasuk pembelian bibit dan peralatan pertanian.

Selain aspek produksi, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antarpegawai melalui semangat gotong royong sejak proses penanaman hingga panen.

Ke depan, Bapas Kelas II Tidore berkomitmen mengembangkan program ketahanan pangan melalui perencanaan tanam berkelanjutan dan diversifikasi komoditas, termasuk peningkatan kualitas bibit serta penerapan teknik budidaya yang lebih efektif dan ramah lingkungan.

Program ini diharapkan tidak hanya memberi manfaat bagi internal instansi, tetapi juga menjadi contoh bagi unit kerja lain dalam mendukung ketahanan pangan nasional secara nyata dan berkelanjutan.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini