Banda Aceh — Bupati Aceh Besar, Muharram Idris atau yang akrab disapa Syech Muharram, mendorong seluruh sekolah di wilayahnya untuk mengimplementasikan program “Beut Kitab Bak Sikula” sebagai bagian dari penguatan pendidikan keagamaan.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri wisuda 473 santri Ma’had Daarut Tahfizh Al Ikhlas Tahun Pelajaran 2025–2026 yang berlangsung di AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala, Sabtu (25/4/2026).
Kehadiran Bupati bersama istri menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terhadap penguatan pendidikan Islam dan pembentukan generasi Qur’ani.
Dalam sambutannya, Muharram menyampaikan rasa bangga atas capaian para santri yang telah menyelesaikan pendidikan, khususnya dalam menghafal Al-Qur’an.
“Saya mengucapkan selamat kepada 473 santri yang diwisuda hari ini. Ini adalah kebanggaan bagi kita semua,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi peran para pendidik, pengasuh, dan pengelola lembaga yang telah berkontribusi dalam membina generasi muda.
Lebih lanjut, Muharram menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan berbasis keagamaan melalui program “Beut Kitab Bak Sikula” yang kini mulai diterapkan secara bertahap.
“Program ini merupakan bagian dari visi misi kami dan insyaallah akan diterapkan di seluruh sekolah di Aceh Besar,” jelasnya.
Saat ini, program tersebut telah berjalan di 46 sekolah sebagai percontohan, terdiri dari 23 SD dan 23 SMP. Untuk mendukung implementasi, pemerintah daerah juga telah merekrut 333 tenaga pengajar tambahan, sehingga total guru mencapai 457 orang.
Muharram juga mengajak seluruh lembaga pendidikan, termasuk ma’had, untuk berkolaborasi dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai keislaman.
Sementara itu, pimpinan Ma’had Daarut Tahfizh Al Ikhlas, Zulfikar, menyampaikan bahwa wisuda ini menjadi momen penting bagi para santri setelah menempuh pendidikan selama tiga hingga enam tahun.
Ia menyebutkan, dari total 473 santri yang diwisuda, sebanyak 77 santri berhasil menghafal 30 juz Al-Qur’an. Secara keseluruhan, lembaga tersebut telah meluluskan 451 santri hafizh sejak berdiri.
Momentum wisuda ini menjadi bukti sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan dalam membangun generasi Aceh Besar yang Qur’ani, berilmu, dan berakhlakul karimah.[]
