Banda Aceh – Semangat kewirausahaan generasi muda tampak hidup dalam kegiatan Car Free Day di Banda Aceh, Minggu (26/4/2026).
Dinas Pendidikan Aceh menghadirkan program edukatif yang menggabungkan pembelajaran di kelas dengan praktik langsung, dengan melibatkan siswa dari SMKN 1 dan SMKN 3 Banda Aceh untuk memasarkan produk lokal hasil karya mereka.
Sejak pagi, suasana Car Free Day dipadati masyarakat yang tidak hanya berolahraga, tetapi juga mengunjungi stan-stan siswa.
Beragam produk ditawarkan, mulai dari kuliner olahan, minuman segar, hingga berbagai hasil kreativitas lainnya yang dikemas menarik dan siap bersaing di pasaran.
Para siswa terlihat percaya diri dalam menawarkan produk, berinteraksi dengan pengunjung, sekaligus mempraktikkan ilmu pemasaran yang selama ini dipelajari di sekolah.
Program ini menjadi langkah nyata Dinas Pendidikan Aceh dalam membentuk karakter siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa mandiri dan daya saing tinggi.
Melalui pengalaman langsung tersebut, siswa dilatih menghadapi dunia usaha, mulai dari teknik pemasaran, memahami kebutuhan konsumen, hingga pengelolaan keuangan sederhana.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, turut hadir memberikan dukungan kepada para siswa. Ia bahkan ikut mempromosikan produk yang dijual sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan zaman. Ia menekankan pentingnya membekali siswa SMK dengan keterampilan praktis agar setelah lulus tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin menanamkan keberanian untuk mencoba dan tidak takut gagal. Dunia usaha membutuhkan kreativitas, inovasi, dan keberanian yang harus dilatih sejak di bangku sekolah,” ujarnya.
Partisipasi masyarakat dalam membeli dan mengapresiasi produk siswa menjadi dorongan besar bagi mereka untuk terus berkarya.
Sejumlah pengunjung mengaku kagum dengan kualitas produk yang ditawarkan, bahkan berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin sebagai wadah pengembangan potensi generasi muda.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Dengan pendekatan praktik langsung, siswa memperoleh pengalaman nyata yang menjadi bekal penting di masa depan.
Semangat dan kreativitas yang ditunjukkan para siswa menjadi gambaran optimistis lahirnya wirausaha muda yang siap membawa perubahan.[]
