Bandung – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan antara jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Fast Respon Indonesia Center (FRIC) dengan Kabid Humas Polda Jawa Barat, Rabu (22/4/2026).
Dalam agenda silaturahmi tersebut, Sekjen DPP FRIC H. Deden Hardening hadir bersama Ketua DPW FRIC Jawa Barat Hj. Widaningsih, didampingi Sekjen H. Musmulyadi, Humas Suwardi, Humed Septian Candra, serta PPA Ega Permana.
Rombongan disambut langsung oleh Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, yang turut didampingi Kabsubbid Penmas Kompol Nurul Samsiati di ruang kerjanya.
Pertemuan berlangsung santai namun produktif. Sambil berbincang, kedua pihak membahas berbagai program FRIC, baik yang sedang berjalan maupun rencana strategis ke depan, khususnya yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
Sekjen DPP FRIC, Deden Hardening, menyampaikan bahwa silaturahmi ini merupakan langkah penting dalam mempererat hubungan sekaligus membangun sinergi antara organisasi jurnalis dan institusi kepolisian.
“Ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung program sosial, edukasi masyarakat, serta penyebaran informasi yang positif dan konstruktif,” ujarnya.
Ketua DPW FRIC Jawa Barat, Widaningsih, juga menegaskan kesiapan pihaknya untuk meningkatkan kerja sama dengan Polda Jabar, khususnya dalam kegiatan sosial, edukasi publik, dan program kemitraan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi peran aktif FRIC dalam berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi yang harmonis antara masyarakat dan kepolisian dalam menjaga situasi yang aman dan kondusif.
Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih intens ke depan, terutama dalam mendukung program edukasi, sosial, serta komunikasi publik yang konstruktif di wilayah Jawa Barat.
Melalui semangat kebersamaan, silaturahmi ini tidak hanya mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga membuka peluang sinergi yang lebih luas demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.[]
