Jambi - Fast Respon Indonesia Center (FRIC) menegaskan komitmennya dalam mendukung Polri serta menjaga marwah institusi kepolisian.
FRIC juga menyoroti pentingnya penguatan wawasan kebangsaan dan moral Pancasila bagi seluruh personel Polri sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah FRIC Provinsi Jambi, Dody, menyampaikan bahwa penguatan nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila menjadi hal mendasar untuk mencegah terjadinya pelanggaran oleh oknum anggota Polri yang dapat mencederai institusi.
Menurutnya, wawasan kebangsaan memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terutama karena personel Polri bertugas di wilayah dengan keberagaman suku, budaya, dan agama.
“Wawasan kebangsaan membuat personel tetap satu visi, yaitu Bhineka Tunggal Ika, sehingga tidak mudah terpecah oleh perbedaan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya netralitas dan profesionalisme Polri, khususnya dalam menghadapi dinamika sosial maupun politik, agar tidak terseret kepentingan kelompok tertentu.
Selain itu, wawasan kebangsaan dinilai mampu meningkatkan kepekaan terhadap ancaman seperti radikalisme, separatisme, dan intoleransi yang dapat masuk melalui lemahnya pemahaman kebangsaan.
Sementara itu, terkait moral Pancasila, Dody menjelaskan bahwa nilai-nilai dalam setiap sila menjadi pedoman etika dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
Ia mencontohkan, sila pertama mengajarkan penghormatan terhadap kebebasan beragama dalam pengamanan kegiatan masyarakat, sila kedua menekankan pendekatan humanis dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta sila ketiga mengutamakan persatuan di atas kepentingan pribadi.
Selanjutnya, sila keempat mendorong penyelesaian masalah melalui musyawarah dengan tokoh masyarakat sebelum tindakan tegas diambil, sementara sila kelima menegaskan penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu serta pemberantasan pungutan liar.
Dody menilai, pelanggaran seperti korupsi, kekerasan berlebihan, hingga penyalahgunaan wewenang umumnya terjadi ketika nilai moral Pancasila diabaikan. Karena itu, penguatan nilai tersebut dinilai penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap Polri.
“Intinya, wawasan kebangsaan adalah kompas, sementara moral Pancasila adalah rem dan gas dalam bertindak. Tanpa keduanya, pangkat dan jabatan tidak akan bermakna jika tidak diiringi sikap yang baik di lapangan,” ujarnya.
Ia berharap pimpinan Polri terus memperkuat pembinaan internal melalui Tribrata dan Catur Prasetya, sehingga Polri Presisi dapat semakin profesional, berintegritas, dan dipercaya masyarakat.[]
