Jakarta — Kepala Divisi Humas Kepolisian Negara Republik Indonesia, Johnny Edizzon Isir, menegaskan pentingnya nilai spiritual dan kemanusiaan dalam pelaksanaan tugas kepolisian sebagai landasan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam pernyataannya, ia menyampaikan pesan reflektif yang ditujukan kepada seluruh anggota Polri.
“Kerja dengan iman, melayani dengan kasih, dan percayakan hasilnya pada Tuhan,” ujarnya.
Menurutnya, prinsip tersebut bukan sekadar slogan, melainkan pedoman moral yang harus diimplementasikan dalam setiap pelaksanaan tugas. Ia menekankan bahwa peran anggota Polri tidak hanya sebatas tanggung jawab institusional, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan Tuhan.
Ia menjelaskan, bekerja dengan iman akan membentuk integritas dan kejujuran dalam setiap tindakan.
Sementara itu, pelayanan yang dilandasi kasih menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik serta menciptakan hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat.
Lebih lanjut, sikap menyerahkan hasil kepada Tuhan dinilai sebagai bentuk ketulusan dalam bekerja, sekaligus pengingat bahwa tidak semua hal berada dalam kendali manusia.
Prinsip ini juga diharapkan mampu menjauhkan anggota dari orientasi semata pada hasil, dan lebih menekankan proses yang jujur dan bertanggung jawab.
Pesan tersebut mendapat respons positif dari berbagai kalangan, yang menilai pendekatan humanis dan spiritual ini relevan dalam memperkuat citra Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Dengan semangat tersebut, seluruh jajaran Polri diharapkan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, menjaga profesionalisme, serta menumbuhkan empati dalam setiap tindakan guna mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat yang berkeadilan.[]
