Aceh Besar – Lapas Kelas III Lhoknga terus meningkatkan peran pembinaan melalui berbagai inovasi yang berorientasi pada kemandirian warga binaan.
Dalam satu tahun terakhir, lebih dari 30 program pembinaan berhasil dihadirkan sebagai bagian dari transformasi menuju lembaga pemasyarakatan yang lebih humanis dan produktif.
Hal tersebut disampaikan Kepala Lapas Kelas III Lhoknga, Husni, SH., MM, pada peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, yang menjadi momentum istimewa karena untuk pertama kalinya dilaksanakan secara mandiri di masing-masing unit pelaksana teknis (UPT).
“Ini adalah bentuk rasa syukur atas pengabdian kepada masyarakat dan negara. Dukungan dari semua pihak membuat berbagai program pembinaan yang kami jalankan selama ini dapat berjalan dengan baik,” kata Husni.
Ia menjelaskan, berbagai terobosan pembinaan tersebut difokuskan pada pengembangan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah kembali ke masyarakat.
Program yang dijalankan antara lain produksi roti, depot air minum, barbershop, serta sektor pertanian dan perikanan.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya membekali keterampilan dan keahlian, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi keluarga warga binaan.
“Bahkan ada warga binaan yang mampu membantu ekonomi keluarganya dari dalam Lapas. Ini menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan benar-benar berdampak,” ungkapnya.
Selain fokus pada pembinaan, Lapas Lhoknga juga berhasil menjaga situasi keamanan tetap kondusif tanpa gangguan berarti.
Pihaknya menegaskan komitmen untuk mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba dan praktik pungutan liar.
Saat ini, jumlah warga binaan di Lapas Kelas III Lhoknga tercatat sebanyak 271 orang, dengan perkembangan pembinaan yang dinilai terus menunjukkan hasil positif.
Ke depan, pihak Lapas berencana memperluas program pembinaan dengan menjalin kerja sama bersama Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, guna membuka akses pendidikan formal bagi warga binaan sebagai bekal peningkatan kualitas hidup setelah bebas.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pembimbing Kemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Aceh Sangapta Subakti, Staf Ahli Bupati Aceh Besar Ir. Makmun MT, Kapolres Aceh Besar AKBP Chairul Ihsan, Kajari Aceh Besar Wisnu Murtopo Nur Muhammad, unsur Forkopimcam Lhoknga, serta sejumlah mitra Lapas.
Langkah inovatif ini diharapkan dapat memperkuat fungsi pemasyarakatan, tidak hanya sebagai tempat menjalani hukuman, tetapi juga sebagai pusat pembinaan yang memberikan harapan dan masa depan lebih baik bagi warga binaan. []
