Mahasiswa Teknik Geofisika USK Tingkatkan Kompetensi Analisis Iklim untuk Dukung SDGs

Editor: Syarkawi author photo

 


Banda Aceh – Program Studi Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar pelatihan bertajuk Penggunaan Instrumen Penentuan Posisi dan Pemetaan serta Analisis Data Iklim di Balee Muasyarah, Darussalam, Jum'at , 24 April 2026.

Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas akademik berbasis data ilmiah.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari Universiti Sains Malaysia, Dr. Sya’rawi Muhammad Husni Mohd Sharoni, yang memiliki keahlian di bidang geofisika, khususnya oseanografi dan penginderaan jauh. 

Dalam sesi materi, peserta dibekali pemahaman terkait teknik pemetaan, penginderaan jauh, serta analisis data iklim menggunakan perangkat komputasi seperti Python.

Selain itu, peserta juga dilatih mengakses berbagai sumber data, mengolah data mentah, hingga menyajikannya dalam bentuk visualisasi peta dan grafik. 

Keterampilan ini dinilai penting untuk mendukung interpretasi fenomena lingkungan secara ilmiah dan akurat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 tentang pendidikan berkualitas. 

Melalui pelatihan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga keterampilan praktis di bidang analisis data dan pemanfaatan teknologi.

Di sisi lain, pelatihan ini juga memperkuat implementasi SDGs poin 17 tentang kemitraan global. 

Kehadiran narasumber internasional mencerminkan sinergi lintas institusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, terutama dalam kajian perubahan iklim.

Tak kalah penting, kegiatan ini turut mendukung SDGs poin 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan. 

Kemampuan dalam pemetaan dan analisis data iklim menjadi dasar penting dalam perencanaan wilayah yang adaptif serta tangguh terhadap risiko bencana.

Relevansi pelatihan ini semakin terasa mengingat kondisi Aceh yang baru-baru ini dilanda banjir di sejumlah wilayah. 

Dengan kompetensi yang diperoleh, mahasiswa diharapkan mampu menganalisis keterkaitan antara curah hujan, kondisi geofisika, dan perubahan penggunaan lahan yang berkontribusi terhadap bencana tersebut.

Hasil kajian tersebut dapat dimanfaatkan sebagai dasar mitigasi, seperti identifikasi daerah rawan banjir, perencanaan tata ruang berbasis risiko, hingga pengembangan sistem peringatan dini berbasis data.

Ketua Program Studi Teknik Geofisika USK menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mencetak lulusan yang unggul secara akademik sekaligus memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan dan kebencanaan.

“Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di masa depan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Universitas Syiah Kuala terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan yang aktif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengurangan risiko bencana di Aceh.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini