Kutacane – Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Aceh Tenggara menjadi momentum strategis dalam memperkuat arah gerak politik partai di tingkat daerah.
Agenda lima tahunan yang digelar pada Senin, 20 April 2026 ini tidak hanya berfokus pada pergantian kepemimpinan, tetapi juga menegaskan komitmen PKB dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Ketua DPW PKB Aceh, Ruslan Daud atau yang akrab disapa HRD. Kehadirannya memberi energi sekaligus bobot politik tersendiri dalam pelaksanaan Muscab.
Dalam arahannya, HRD menegaskan bahwa Muscab harus dimaknai sebagai ajang konsolidasi besar, bukan sekadar memilih ketua baru.
“Muscab ini harus melahirkan kepengurusan yang solid dan benar-benar bekerja untuk rakyat. PKB harus menjadi motor penggerak pembangunan di Aceh Tenggara. Jangan hanya sibuk dengan urusan internal, tetapi turun langsung ke masyarakat dan dengarkan kebutuhan mereka,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa kekuatan utama PKB terletak pada kedekatan dengan masyarakat akar rumput, seperti di kampung-kampung, lingkungan dayah, kalangan petani, hingga pedagang kecil. Karena itu, ia meminta kepengurusan baru segera merapikan struktur organisasi hingga ke tingkat desa.
“Rangkul semua elemen. Kita besar karena dekat dengan umat. Struktur harus hidup sampai ke bawah, bukan hanya di atas kertas,” ujarnya yang disambut tepuk tangan peserta.
Selain penguatan struktur, HRD juga menyoroti pentingnya regenerasi dalam tubuh partai. Ia mendorong keterlibatan aktif generasi muda serta tokoh adat dalam kepengurusan.
“Anak muda jangan hanya jadi pelengkap. Libatkan mereka dalam struktur dan pengambilan keputusan. Mereka adalah energi baru untuk membawa partai ini lebih maju,” tambahnya.
Suasana Muscab berlangsung khidmat dengan nuansa hijau khas PKB yang mendominasi ruangan. Backdrop bertuliskan “Musyawarah Cabang PKB Kabupaten Aceh Tenggara” dengan tagline “Bersama Memajukan Pembangunan Aceh Tenggara” memperkuat semangat kebersamaan dalam forum tersebut.
Muscab kali ini mengusung tiga agenda utama, yakni evaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya, konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa, serta regenerasi kepemimpinan melalui pemilihan ketua dan formatur baru DPC PKB Aceh Tenggara.
Menutup arahannya, HRD mengingatkan seluruh kader untuk menjaga soliditas pasca-Muscab.
“Perbedaan pilihan itu hal biasa dalam demokrasi. Namun setelah Muscab selesai, semua harus kembali bersatu. Kita punya tujuan besar, yaitu membangun Aceh Tenggara yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.
Dengan semangat konsolidasi dan komitmen yang ditegaskan dalam Muscab ini, PKB diharapkan mampu memainkan peran strategis sebagai motor pembangunan daerah serta menjadi jembatan aspirasi masyarakat di Aceh Tenggara.[]
