Pembangunan Jembatan Aramco di Trumon Dikebut, TNI dan Warga Percepat Pengecoran

Editor: Syarkawi author photo

 


Aceh Selatan — Pembangunan Jembatan Aramco di Kecamatan Trumon terus menunjukkan progres signifikan. Setelah menyelesaikan pengecoran di titik Ketapang III, Satgas Jembatan TNI AD kini melanjutkan tahap pengecoran badan jembatan di titik Ketapang II, tepatnya di Desa Raket, Buluh Suma, Kamis (23/4/2026).

Proses pengerjaan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel TNI AD bersama masyarakat setempat. 

Warga dari Desa Buluh Suma hingga masyarakat Kuala Baru, Kabupaten Aceh Singkil, turut berpartisipasi aktif dalam percepatan pembangunan tersebut.

Di lapangan, terlihat sinergi dan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat yang bahu-membahu menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan.

Pembangunan Jembatan Aramco merupakan bagian dari program strategis pemerintah dalam memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendorong pemerataan pembangunan hingga ke daerah terpencil dan perbatasan.

Sejak awal pelaksanaan, TNI AD menunjukkan komitmen dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur, mulai dari pembukaan akses jalan, pengerjaan konstruksi, hingga tahap pengecoran.

Salah satu warga Desa Raket, Abdul Muha, menyampaikan apresiasi atas pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan tersebut. Menurutnya, keberadaan jembatan sangat penting bagi aktivitas masyarakat.

“Sudah hampir dua tahun jembatan ini rusak. Kami sangat bersyukur karena kini sedang diperbaiki. Jembatan ini merupakan akses utama untuk mobilitas dan perekonomian, termasuk penghubung ke Kabupaten Aceh Singkil,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dedikasi TNI AD yang terus bekerja tanpa henti dalam proses pembangunan.

“Kami berterima kasih kepada TNI AD yang bekerja secara berkelanjutan demi mewujudkan akses yang layak bagi masyarakat,” tambahnya.

Dengan sinergi antara TNI dan masyarakat, pembangunan Jembatan Aramco diharapkan dapat segera rampung sesuai target. 

Kehadiran jembatan ini nantinya akan membuka akses transportasi yang lebih aman dan lancar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan Aceh Selatan dan Aceh Singkil. (*)

Share:
Komentar

Berita Terkini