Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, PT PLN (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyalurkan alat deteksi dini preeklamsia berbasis Internet of Medical Things (IoMT) dan Artificial Intelligence (AI) kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Inisiatif ini bertujuan memperkuat layanan kesehatan ibu hamil di daerah dengan keterbatasan akses serta mendukung penurunan angka kematian ibu (AKI) di Indonesia.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan penurunan AKI secara signifikan dari 140 menjadi 40 per 100.000 kelahiran hidup dalam lima tahun ke depan.
Salah satu penyebab utama kematian ibu adalah preeklamsia dan eklamsia yang menyumbang sekitar 25 persen dari total kasus.
Untuk menekan angka tersebut, pemerintah mendorong transformasi sistem kesehatan, termasuk pemerataan akses deteksi dini melalui distribusi alat kesehatan berbasis teknologi.
“Kita tidak hanya menargetkan penurunan, tetapi penurunan yang agresif. Dalam lima tahun ke depan kita harus bisa mencapai angka 40. Kita perlu bekerja lebih keras, lebih cerdas, dan lebih tepat,” ujar Budi dalam kegiatan sosialisasi dan deteksi dini preeklamsia di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Agus Dinar, menyambut baik bantuan tersebut yang akan dimanfaatkan di Puskesmas Cikelet serta untuk layanan kunjungan langsung ke masyarakat.
“Alat ini akan kami gunakan di puskesmas maupun untuk layanan mobile dari rumah ke rumah. Kami berharap dapat meningkatkan optimalisasi skrining preeklamsia di Kabupaten Garut,” ujarnya.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung program pemerintah sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program sosial yang berkelanjutan.
“Kami hadir tidak hanya melalui layanan kelistrikan, tetapi juga melalui program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk peningkatan layanan kesehatan ibu hamil berbasis teknologi,” kata Darmawan.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Electricity Services sekaligus Wakil Ketua Umum Srikandi PLN, Susiana Mutia, menyebut program ini sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 3, yakni menjamin kehidupan yang sehat dan sejahtera.
Ia juga menambahkan bahwa momentum Hari Kartini mengingatkan pada perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan.
Kisah hidup Kartini yang wafat usai melahirkan akibat komplikasi kehamilan, diduga preeklamsia, semakin menegaskan pentingnya perhatian terhadap kesehatan ibu.
“Melalui program ini, kami berharap dapat mendukung lahirnya generasi yang sehat dengan memperkuat perlindungan kesehatan bagi perempuan, khususnya ibu hamil, melalui deteksi dini risiko kehamilan,” pungkas Susiana.[]
