Puskesmas Lhoknga Gencarkan Edukasi dan Skrining di Sekolah, Dukung Eliminasi Frambusia

Editor: Syarkawi author photo

 


KOTA JANTHO – Puskesmas Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program nasional eliminasi frambusia melalui kegiatan edukasi dan skrining kesehatan di SD Negeri 1 Lhoknga, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis sektor kesehatan dalam mencegah sekaligus menekan potensi penyebaran penyakit kulit menular, khususnya di lingkungan sekolah dasar. 

Upaya tersebut juga sejalan dengan penguatan program promotif dan preventif yang menyasar anak usia sekolah sebagai kelompok rentan.

Tim tenaga kesehatan memberikan edukasi mengenai pentingnya deteksi dini sebagai kunci utama pencegahan frambusia. 

Selain penyuluhan, kegiatan juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh siswa untuk memastikan kondisi kesehatan mereka.

Materi disampaikan secara interaktif oleh dr. Rasuna Jamilan bersama tim dengan pendekatan komunikatif yang disesuaikan dengan usia anak-anak. Suasana kegiatan berlangsung aktif dan partisipatif sehingga pesan kesehatan dapat dipahami dengan baik.

Kepala Puskesmas Lhoknga, Elisa, turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan layanan kesehatan berbasis sekolah. 

Kehadirannya menegaskan pentingnya sinergi antara fasilitas kesehatan dan institusi pendidikan dalam membangun kesadaran hidup sehat sejak dini.

Kepala SD Negeri 1 Lhoknga, Sri Wardiah, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut karena dinilai memberikan manfaat langsung bagi siswa.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena memberikan edukasi kesehatan secara langsung kepada anak-anak, khususnya terkait pola hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Ia menambahkan, SD Negeri 1 Lhoknga merupakan salah satu sekolah model yang direkomendasikan oleh Kemendikdasmen, sehingga kegiatan ini relevan dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan berkualitas.

Sementara itu, dr. Rasuna Jamilan menjelaskan bahwa meskipun kasus frambusia sudah lama tidak ditemukan di wilayah tersebut, kewaspadaan tetap perlu dijaga melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“PHBS sangat penting untuk mencegah berbagai penyakit, termasuk dengan membiasakan cuci tangan yang baik dan benar,” jelasnya.

Dari sisi promosi kesehatan, Nurmakruffiana menambahkan bahwa pendekatan edukatif di lingkungan sekolah menjadi strategi efektif dalam menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

Kegiatan ditutup dengan pembagian suvenir kepada siswa sebagai motivasi agar terus menerapkan PHBS, baik di sekolah maupun di rumah.

Sebagai informasi, frambusia merupakan penyakit infeksi kulit kronis yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum pertenue dan umumnya menyerang anak-anak di wilayah dengan sanitasi kurang baik. 

Penularannya terjadi melalui kontak langsung dengan luka penderita, sehingga deteksi dan penanganan dini menjadi sangat penting.

Melalui edukasi berkelanjutan dan skrining rutin, Puskesmas Lhoknga optimistis kesadaran masyarakat akan terus meningkat sekaligus mempercepat pencapaian target eliminasi frambusia di Aceh Besar. []

Share:
Komentar

Berita Terkini