Relaunching AMANAH Aceh, Dorong Hilirisasi dan Ekonomi Kreatif Berbasis Kolaborasi Asta Cita

Editor: Syarkawi author photo

 


Aceh – Relaunching AMANAH Aceh berlangsung dengan semangat baru sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif dan kolaborasi lintas sektor.

Program ini diharapkan menjadi bagian dari penguatan agenda Asta Cita sekaligus mendorong hilirisasi industri kreatif di daerah.

Kegiatan tersebut dinilai sebagai momentum strategis untuk memperkuat peran pemuda Aceh agar lebih unggul, produktif, dan berdaya saing global.

Ketua Yayasan AMANAH, Dr. Saifullah Muhammad, menegaskan bahwa relaunching ini menjadi titik konsolidasi penting dalam memperkuat gerakan pemuda. 

Menurutnya, AMANAH harus menjadi ruang tumbuh yang mampu mengoptimalkan potensi besar yang dimiliki Aceh.

“Relaunching AMANAH menjadi momentum strategis untuk konsolidasi pengurus dan badan pekerja dalam memperkuat peran pemuda Aceh yang unggul, produktif, dan berdaya saing,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan bahwa penguatan AMANAH merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam peningkatan kualitas tenaga kerja dan hilirisasi ekonomi kreatif.

Ia menjelaskan, industri kreatif merupakan sektor strategis dalam menciptakan lapangan kerja berbasis keterampilan yang harus terus dikembangkan.

“Hilirisasi tidak hanya berlaku pada sektor tambang, tetapi juga industri kreatif, seperti produk fashion, parfum, film, hingga aplikasi yang sebelumnya didominasi produk asing dapat dikembangkan menjadi karya lokal,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa AMANAH diharapkan menjadi pusat kurasi dan inkubasi ide, serta memperkuat komersialisasi kekayaan intelektual, akses pembiayaan, dan pemasaran produk kreatif. 

Kolaborasi multipihak—melibatkan pemerintah, akademisi seperti Universitas Syiah Kuala, dunia usaha, lembaga keuangan, dan komunitas kreatif—menjadi kunci keberhasilan ekosistem tersebut.

Gubernur Aceh dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa relaunching AMANAH menjadi penanda aktifnya kembali fungsi gedung sebagai pusat kolaborasi lintas sektor. 

Ia berharap AMANAH mampu menjadi wadah sinergi untuk mengembangkan potensi daerah secara berkelanjutan.

“Gedung AMANAH diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku ekonomi kreatif, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya,” ujarnya.

Program ini juga diharapkan memberikan dampak nyata, terutama dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan melalui pengembangan ekonomi kreatif yang lebih terarah.

Dengan semangat kolaborasi dan hilirisasi, AMANAH Aceh diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif daerah, sekaligus membuka peluang investasi, ekspor, dan penciptaan lapangan kerja baru di masa mendatang.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini