Aceh Tenggara – Semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali terlihat dalam pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kuning Abadi, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara.
Babinsa Posramil Ketambe jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat melaksanakan pengecatan pondasi jembatan sebagai bagian dari tahap akhir pembangunan, Senin (22/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan salah satu tahapan finishing sebelum jembatan dapat difungsikan sepenuhnya oleh masyarakat.
Sejak awal pembangunan, personel TNI bersama warga telah bekerja sama dalam berbagai tahapan pekerjaan, mulai dari pengangkutan material, pembangunan pondasi, pengecoran, pemasangan konstruksi utama hingga proses penyelesaian akhir.
Babinsa Posramil Ketambe, Serka Mulyono, mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Perintis merupakan bentuk kepedulian TNI dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya terkait akses transportasi dan mobilitas warga di wilayah pedesaan.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut sangat penting karena menjadi sarana penghubung yang akan mempermudah aktivitas masyarakat, baik di sektor pertanian, perkebunan, pendidikan, maupun perekonomian.
“Jembatan gantung ini memiliki peran penting bagi masyarakat Desa Kuning Abadi dan sekitarnya. Akses ini akan memudahkan warga menuju lahan pertanian, sekolah, serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, kami bersama warga terus bergotong royong agar pembangunan segera selesai dan dapat dimanfaatkan,” ujar Serka Mulyono.
Pada kegiatan pengecatan, Babinsa dan masyarakat bahu-membahu mengecat pondasi jembatan di kedua sisi konstruksi.
Warna merah putih yang mendominasi pondasi tidak hanya memperindah tampilan jembatan, tetapi juga menjadi simbol semangat persatuan, kebersamaan, dan nasionalisme.
Selain memberikan nilai estetika, pengecatan pondasi juga bertujuan melindungi material konstruksi dari pengaruh cuaca, kelembapan, dan faktor lingkungan lainnya sehingga dapat memperpanjang usia pakai jembatan.
“Pengecatan ini bukan hanya untuk mempercantik tampilan jembatan, tetapi juga sebagai upaya menjaga ketahanan konstruksi agar lebih awet dan tahan terhadap perubahan cuaca,” jelasnya.
Suasana kebersamaan tampak begitu kuat selama kegiatan berlangsung. Warga dari berbagai kalangan turut berpartisipasi membantu proses pengecatan, menunjukkan tingginya kepedulian dan rasa memiliki terhadap fasilitas yang sedang dibangun.
Masyarakat Desa Kuning Abadi juga menyampaikan apresiasi kepada Babinsa Posramil Ketambe dan Kodim 0108/Aceh Tenggara yang selama ini aktif mendampingi pembangunan jembatan.
Mereka berharap jembatan tersebut segera selesai dan dapat digunakan untuk memperlancar akses transportasi serta meningkatkan perekonomian masyarakat.
Dengan dilaksanakannya pengecatan pondasi sebagai tahap akhir pembangunan, Jembatan Gantung Perintis di Desa Kuning Abadi kini semakin mendekati penyelesaian.
Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat serta menjadi bukti nyata kuatnya kemanunggalan TNI dan rakyat dalam membangun daerah.[]
