Jambi – Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Jambi menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Humas Tahun 2026 dengan mengusung tema “Optimalisasi Komunikasi Publik dan Manajemen Media, Humas Polri Presisi Siap Menyukseskan Rencana Kerja Polri dan Pemerintah dalam Rangka Mewujudkan Asta Cita Presiden RI Tahun 2026”.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai III Siginjai Mapolda Jambi, Senin (08/06/2026), dan diikuti oleh para Kasi Humas Polres jajaran, operator kehumasan, serta operator Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dari seluruh satuan kerja di lingkungan Polda Jambi.
Rakernis menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidang komunikasi publik dan media, di antaranya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi Drs. Ariansyah, M.E., Ketua Komisi Informasi Provinsi Jambi Ahmad Taufiq Helmi, S.P., M.Sos., C.Med., Kepala Biro Antara Jambi Siri Antoni, S.Th.I., M.Si., serta akademisi Dr. Mochammad Farisi, LL.M.
Dalam arahannya yang disampaikan melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar menegaskan bahwa Rakernis Humas menjadi sarana penting untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme personel kehumasan di tengah tantangan komunikasi publik yang semakin kompleks di era digital.
“Fungsi kehumasan memiliki peran krusial dalam mendukung pelaksanaan tugas Polri. Karena itu, saya mengingatkan seluruh Kasi Humas agar membangun personel yang militan, memperkuat pembinaan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta mengoptimalkan dukungan anggaran untuk menunjang tugas kehumasan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan PPID di setiap satuan kerja agar berjalan optimal. PPID, kata dia, harus mampu memberikan pelayanan informasi publik secara cepat, tepat, dan akurat.
“Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan informasi tidak mendapatkan tanggapan. Informasi berkala, serta-merta, setiap saat, maupun informasi yang dikecualikan harus dikelola sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia meminta fungsi war room dioptimalkan untuk melakukan monitoring isu, mitigasi, serta penyampaian langkah penanganan secara cepat dan terukur, sehingga isu yang berkembang tidak menjadi liar di ruang publik.
“Saya berharap seluruh personel humas terus meningkatkan literasi kehumasan, mampu mengidentifikasi isu dan kegiatan yang bernilai publikasi, serta responsif terhadap pertanyaan dan kritik masyarakat. Setiap isu yang membutuhkan klarifikasi harus dijawab melalui akun resmi dengan bahasa yang santun, edukatif, dan informatif,” pungkasnya.[]
