BANDA ACEH – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh, Murthalamuddin, mengajak seluruh pelajar SMA, SMK, dan MA sederajat di Aceh untuk berperan aktif dalam membangun budaya tertib berlalu lintas melalui ajang Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Perhubungan Aceh.
Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menanamkan kesadaran dan budaya keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.
Menurut Murthalamuddin, pelajar memiliki posisi strategis sebagai generasi penerus bangsa yang dapat menjadi teladan sekaligus agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Ia menegaskan bahwa Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas bukan sekadar kompetisi untuk mencari pemenang, melainkan sarana pembinaan karakter guna menumbuhkan kesadaran, kepedulian, dan tanggung jawab generasi muda terhadap keselamatan di jalan raya.
“Kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga wadah untuk membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran, kepedulian, dan tanggung jawab dalam berlalu lintas. Melalui kegiatan ini, para pelajar akan belajar memahami pentingnya budaya tertib berlalu lintas sebagai upaya bersama untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya,” ujar Murthalamuddin di Banda Aceh, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan usia produktif dan kalangan remaja harus menjadi perhatian bersama.
Karena itu, edukasi keselamatan berkendara perlu terus ditingkatkan agar para pelajar memahami pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta menjaga etika saat berkendara.
Murthalamuddin menilai pelajar yang memiliki pemahaman dan kesadaran tinggi mengenai keselamatan lalu lintas dapat menjadi contoh positif bagi teman sebaya.
Mereka juga dapat berperan menyebarluaskan pesan-pesan keselamatan kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Kami berharap Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas 2026 dapat melahirkan pelajar-pelajar berprestasi yang mampu menjadi teladan, menginspirasi lingkungan sekitarnya, serta menjadi agen perubahan dalam mewujudkan lalu lintas yang aman, nyaman, dan berkeselamatan di Aceh. Mari tunjukkan ide, kreativitas, dan kepedulian adik-adik semua. Jadilah Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas Tahun 2026,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan Aceh, Diana Devi, menjelaskan bahwa program Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas merupakan agenda tahunan yang secara konsisten dilaksanakan untuk membangun budaya keselamatan berlalu lintas sejak usia sekolah.
Menurut Diana, keterlibatan pelajar sangat penting karena mereka merupakan kelompok yang dekat dengan perkembangan teknologi dan media sosial, sehingga memiliki kemampuan untuk menyebarluaskan pesan-pesan keselamatan kepada masyarakat secara lebih luas dan efektif.
“Pelajar memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Mereka dapat menjadi duta keselamatan yang menyampaikan pentingnya tertib berlalu lintas kepada teman sebaya, keluarga, maupun masyarakat luas,” ujarnya.
Melalui program tersebut, para peserta akan didorong untuk mengembangkan berbagai gagasan kreatif dan inovatif terkait keselamatan lalu lintas.
Mereka juga akan mendapatkan pembekalan mengenai aturan berlalu lintas, etika berkendara, serta berbagai upaya pencegahan kecelakaan di jalan raya.
Pemerintah Aceh berharap kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan sektor transportasi dalam menciptakan generasi muda yang sadar hukum, disiplin, dan peduli terhadap keselamatan.
Dengan semakin banyak pelajar yang terlibat, budaya tertib berlalu lintas diharapkan tumbuh menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Aceh di masa mendatang. (*)
