BANDA ACEH – Dinas Pendidikan Aceh terus memperkuat upaya peningkatan mutu pendidikan melalui penyusunan strategi untuk meningkatkan capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi yang melibatkan berbagai unsur pendidikan di Aceh.
Rapat yang dipimpin langsung Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, didampingi Kepala Bidang SMA dan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK), diikuti kepala SMA dan SLB, pengawas sekolah, serta guru SMA dari wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah Aceh dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi TKA yang menjadi salah satu instrumen penting untuk mengukur kompetensi dan capaian pembelajaran siswa.
Dalam arahannya, Murthalamuddin menegaskan bahwa peningkatan hasil TKA merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan, bukan hanya sekolah semata.
Karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru agar target peningkatan kualitas pendidikan dapat tercapai secara optimal.
“Peningkatan kualitas pendidikan harus dilakukan secara terencana, terukur, dan berkelanjutan. TKA menjadi momentum untuk melihat sejauh mana kemampuan akademik peserta didik sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh satuan pendidikan,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan siswa dalam menghadapi TKA juga menjadi indikator efektivitas proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah. Oleh sebab itu, strategi yang disusun harus mampu menjawab berbagai tantangan pendidikan yang terus berkembang.
Dalam rapat tersebut, peserta membahas sejumlah langkah strategis, mulai dari penguatan proses pembelajaran di kelas, pemetaan kompetensi siswa, program pendampingan belajar, hingga peningkatan kapasitas guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang lebih efektif dan adaptif.
Selain itu, dibahas pula berbagai langkah kolaboratif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Pendekatan pembelajaran berbasis data dan evaluasi berkala menjadi salah satu fokus utama guna memastikan setiap peserta didik memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan akademiknya.
Kepala Bidang SMA dan PKLK turut menekankan pentingnya peran guru sebagai ujung tombak pendidikan.
Guru diharapkan mampu menghadirkan inovasi pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil tes, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan keterampilan pemecahan masalah.
Rapat koordinasi tersebut juga menjadi forum berbagi pengalaman dan praktik baik antar sekolah.
Para kepala sekolah dan guru diberikan kesempatan menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan sekaligus menawarkan solusi yang dapat diterapkan bersama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Dinas Pendidikan Aceh optimistis bahwa melalui kolaborasi yang kuat serta strategi yang tepat, capaian akademik siswa Aceh akan terus meningkat.
Upaya ini sekaligus mendukung visi pemerintah daerah dalam mencetak generasi Aceh yang unggul, berkarakter, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global di masa depan.
Melalui penguatan sinergi seluruh elemen pendidikan, Aceh diharapkan terus melahirkan generasi muda yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat sebagai modal utama dalam membangun daerah dan bangsa.[]
