Diskominfotik Banda Aceh Gencarkan “Lapor Goes to Campus”, Dorong Mahasiswa Awasi Pelayanan Publik

Editor: Syarkawi author photo

 

Tim Diskominfotik Kota Banda Aceh melakukan kunjungan ke Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Syiah Kuala (USK), Jumat (5/6/2026),

BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik Kota Banda Aceh) terus memperkuat upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pelayanan publik. 

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghadirkan program “Lapor Goes to Campus”, yakni kegiatan edukasi dan sosialisasi yang menyasar kalangan mahasiswa sebagai agen perubahan sekaligus mitra strategis pemerintah.

Sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan program tersebut, tim Diskominfotik Kota Banda Aceh melakukan kunjungan ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (Universitas Syiah Kuala), khususnya Program Studi Ilmu Pemerintahan, pada Jumat (5/6/2026). 

Kunjungan ini bertujuan mematangkan berbagai aspek teknis dan substansi kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (8/6/2026).

Program “Lapor Goes to Campus” dirancang untuk memperkenalkan sekaligus meningkatkan pemahaman civitas akademika mengenai pentingnya pemanfaatan kanal pengaduan resmi pemerintah dalam menyampaikan aspirasi, masukan, kritik, maupun laporan terkait pelayanan publik.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Diskominfotik Kota Banda Aceh, Rahadian, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam pengawasan pelayanan publik merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah saat ini telah menyediakan berbagai sarana pengaduan yang mudah diakses, cepat, dan terintegrasi. 

Salah satunya adalah Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N-LAPOR!), yang menjadi kanal resmi pemerintah untuk menerima dan menindaklanjuti laporan masyarakat.

Selain itu, Pemerintah Kota Banda Aceh juga menghadirkan aplikasi “Saleum” sebagai platform pengaduan daerah yang memudahkan warga menyampaikan aspirasi maupun keluhan terkait layanan publik.

Rahadian menjelaskan bahwa keberadaan kanal pengaduan tersebut bukan hanya sebagai sarana penyampaian keluhan, tetapi juga instrumen penting dalam mendorong peningkatan kualitas layanan publik. 

Melalui laporan masyarakat, pemerintah dapat mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus merumuskan solusi yang cepat dan tepat.

“Kami berharap mahasiswa dapat menjadi pelopor dalam membangun budaya partisipasi publik yang sehat. Mahasiswa memiliki kapasitas intelektual, daya kritis, serta kepedulian sosial yang tinggi sehingga dapat berperan aktif dalam mengawal pembangunan dan pelayanan publik di Kota Banda Aceh,” ujarnya.

Kegiatan “Lapor Goes to Campus” nantinya akan menghadirkan sesi sosialisasi, diskusi interaktif, serta pengenalan langsung mekanisme penggunaan kanal pengaduan resmi. 

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami fungsi dan manfaat layanan tersebut, tetapi juga dapat menyebarluaskan informasi kepada masyarakat luas.

Pemilihan lingkungan kampus dinilai strategis karena kampus merupakan ruang lahirnya gagasan dan inovasi yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah. 

Melalui kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi, diharapkan tercipta sinergi yang memperkuat pengawasan publik serta meningkatkan kualitas layanan masyarakat.

Rahadian menegaskan bahwa semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan kanal pengaduan resmi, semakin besar pula peluang terciptanya pelayanan publik yang efektif, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan warga.

“Partisipasi masyarakat adalah kunci utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas. Melalui Lapor Goes to Campus, kami ingin mengajak mahasiswa menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membangun Kota Banda Aceh yang lebih baik melalui pengawasan dan penyampaian aspirasi secara konstruktif,” pungkasnya.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini