BANDA ACEH – Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh bersama Serikat Buruh Federasi Demokrasi (FD) FSPPP-SPSI dan Serikat Pekerja Aceh (SPA) memperkuat sinergi dalam menghadapi berbagai tantangan ketenagakerjaan melalui audiensi yang berlangsung di Aula I Disnakermobduk Aceh, Kamis (4/6/2026).
Audiensi yang dipimpin Kepala Disnakermobduk Aceh, Akmil Husen, S.E., M.Si., tersebut dihadiri 45 perwakilan serikat pekerja dan buruh dari Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Singkil, dan Nagan Raya.
Pertemuan itu membahas sejumlah isu strategis ketenagakerjaan, mulai dari pengupahan, hubungan industrial, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Dalam sambutannya, Akmil Husen menegaskan bahwa aspirasi pekerja dan buruh merupakan bagian penting dalam penyusunan kebijakan ketenagakerjaan yang berkeadilan dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan tenaga kerja.
“Kami membuka ruang dialog dan komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan ketenagakerjaan agar berbagai persoalan yang dihadapi pekerja maupun dunia usaha dapat diselesaikan secara konstruktif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Serikat Pekerja Aceh (SPA), Irwan Syahputra atau yang akrab disapa Syech Wan, mengapresiasi keterbukaan Disnakermobduk Aceh dalam membangun kemitraan dengan organisasi pekerja dan serikat buruh di Aceh.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pekerja, dan dunia usaha menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan ketenagakerjaan, terutama dampak perlambatan ekonomi pascabanjir yang memengaruhi produktivitas usaha serta ketersediaan lapangan kerja di sejumlah daerah.
Dalam forum tersebut, peserta menyoroti sejumlah agenda prioritas, di antaranya percepatan pembentukan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), optimalisasi Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK), penguatan Dewan Pengupahan Kabupaten/Kota (Depeko), serta revitalisasi Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit guna memperkuat dialog sosial dan penyelesaian persoalan ketenagakerjaan secara efektif.
Selain itu, Syech Wan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Sekretariat Bersama (Sekber) Relawan Mualem–Dek Fadh menekankan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui program pelatihan berbasis potensi daerah.
Menurutnya, penguatan kapasitas tenaga kerja menjadi strategi penting untuk mempercepat pemulihan ekonomi sekaligus memperluas peluang kerja bagi generasi muda Aceh.
“Pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi daerah akan menghasilkan tenaga kerja yang lebih kompetitif serta mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan industri,” katanya.
Audiensi ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pekerja, buruh, dan dunia usaha dalam mewujudkan sistem ketenagakerjaan yang adil, produktif, dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya pembangunan ketenagakerjaan yang berkualitas serta sejalan dengan visi pembangunan Aceh yang maju, bermartabat, dan sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Mualem–Dek Fadh.[]
