Ketua IWOI Subulussalam Desak BPJN Perlebar Jalan Nasional Barsela yang Rawan Kecelakaan

Editor: Syarkawi author photo

 


ACEH SINGKIL – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di ruas Jalan Nasional Lintas Barat Selatan (Barsela) Aceh yang menghubungkan Kota Subulussalam dengan Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, kembali menjadi sorotan.

Jalur yang dikenal memiliki medan terjal, tikungan tajam, serta minim fasilitas keselamatan jalan tersebut dalam beberapa tahun terakhir kerap menjadi lokasi kecelakaan tunggal hingga bencana longsor.

Peristiwa terbaru terjadi pada 30 Maret 2026, ketika sebuah mobil Toyota Kijang Innova yang dikendarai pasangan suami istri, Rudi Simanjuntak dan Risma Tumangger, terjun ke jurang dan hanyut ke aliran Sungai Lae Kombih di Dusun Buluh Didi, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara.

Kedua korban diketahui merupakan warga Desa Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam.

Sebelumnya, dua unit truk juga dilaporkan mengalami gagal menanjak dan terjun ke jurang di kawasan Gunung Kedabuhan pada ruas jalan nasional Subulussalam–Pakpak Bharat.

Selain itu, sejumlah kecelakaan dan longsor yang terjadi sepanjang 2023 hingga 2024 masih membekas dalam ingatan masyarakat. Jalur Barsela yang melintasi kawasan Gunung Kapur dan Gunung Singgersing menuju Aceh Selatan disebut sebagai salah satu titik paling rawan kecelakaan di wilayah tersebut.

Menanggapi kondisi itu, Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kota Subulussalam, Mukaribin Pohan, SH.I, mendesak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, khususnya wilayah kerja II, untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh, pelebaran jalan, serta pemasangan marka dan rambu-rambu keselamatan di sepanjang lintasan Barsela.

Menurutnya, kondisi jalan yang sempit dan minim pengamanan sangat membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan angkutan barang maupun penumpang yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

“Kita melihat banyak sopir mengeluhkan kondisi jalan nasional Barsela. Jangan hanya dilakukan tambal sulam, tetapi harus ada penanganan yang serius demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan,” ujar Mukaribin, Jumat (5/6/2026).

Ia juga meminta perhatian langsung dari Kepala BPJN Aceh maupun Kementerian Pekerjaan Umum agar persoalan tersebut tidak terus berlarut-larut.

“Sejak 2023 hingga 2026 sudah banyak kecelakaan terjadi di lintasan ini. Dengan anggaran yang tersedia, pembangunan jalan nasional seharusnya benar-benar memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan masyarakat,” tambahnya.

Mukaribin turut mengapresiasi langkah komunitas pengemudi lintas Barsela yang sebelumnya telah menyampaikan laporan resmi kepada Ombudsman RI Perwakilan Aceh terkait kondisi infrastruktur jalan nasional di kawasan Trumon, Aceh Selatan, hingga Subulussalam dan Pakpak Bharat.

Di sisi lain, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Apkasindo Aceh, Fadhli, juga memberikan apresiasi kepada Wali Kota Subulussalam, M. Rasyid Bancin, yang dinilai cepat merespons persoalan tersebut dengan menyurati Menteri Dalam Negeri terkait permohonan dukungan penanganan jalan nasional yang rawan bencana dan kecelakaan.

“Kami mendukung langkah Pemerintah Kota Subulussalam agar segera mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat, Kementerian PU maupun BPJN,” katanya.

Fadhli berharap langkah serupa juga dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, Aceh Selatan, dan Aceh Singkil karena seluruh daerah tersebut dilintasi jalur Barsela.

Ia juga meminta anggota DPR RI asal Aceh dan Sumatera Utara ikut memperjuangkan perbaikan jalan tersebut di tingkat pusat.

“Saya yakin tidak banyak lintasan di Pulau Sumatera yang tingkat kerawanan kecelakaannya setinggi jalur Barsela ini,” ujarnya.

Menurut Fadhli, upaya mendorong perbaikan jalan tersebut telah berlangsung cukup lama. Bahkan, komunitas Driver's Club Barat Selatan Aceh yang dipimpin Zulkarnain juga telah melaporkan persoalan tersebut kepada Ombudsman RI Perwakilan Aceh.

“Alhamdulillah laporan itu mendapat respons positif. Ombudsman Aceh bahkan telah turun langsung ke lokasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Pemerintah Kota Subulussalam,” ungkapnya.

Masyarakat dan para pengguna jalan berharap pemerintah pusat maupun daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki dan memperluas ruas Jalan Nasional Barsela, termasuk melengkapi fasilitas keselamatan jalan, sehingga pengendara dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman.[]

Share:
Komentar

Berita Terkini